ANTARA AKU KAMU DAN MEREKA

ANTARA AKU KAMU DAN MEREKA


↬Dikeheningan malam aku tengah bersimpuh diatas sajadah, perlahan mulai ku buka Al-quran, aku temukan sebuah ayat yang begitu indah dalam Q.S Al-Hujurat ayat 10 yang berbunyi;

Ø¥ِÙ†َّÙ…َا الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ُونَ Ø¥ِØ®ْÙˆَØ©ٌ

“Sesungguhnya kaum mukminin itu adalah bersaudara.”


Kubuka kembali lembar demi lembar kalam-kalam Allah dalam kitab suci ini, namun sontak saya mulai menggelengkan kepala saat sampai pada ayat 120 surat al-Baqarah dimana artinya;


Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.


Dan aku semakin tercengang saat sampai pada sebuah ayat yang begitu tegas Allah sampaikan yaitu; “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia.” (QS. Al-Mumtahanah: 1)


Semakna dengan ayat ini juga saya temukan di (QS. Ali Imran: 118) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu.”.


Saya lanjutkan rasa penasaran saya tentang bagaimana nasib kaum kafir yang berbuat baik didunia hingga ayat ini memberikan jawabannya.


“Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari adzab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh adzab yang pedih. Mereka ingin keluar dari neraka padahal mereka sekali-sekali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh adzab yang kekal”. [Al Maidah:36-37].


Penasaran dengan kondisi orang-orang kafir ini akupun kembali membuka lembar demi lembar al-Quran hingga sampai pada sebuah penegasan Allah kembali;


“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadilah: 22)


Akupun menghela nafas sebentar sebelum akhirnya ku tutup dan ku cium Al-quran al karim ini. Namun usai itu aku mendadak teringat sabda sang Baginda nabi yang diriwayatkan Abu Said Al Khudri Radhiyallahu ‘anhu, yang meriwayatkan keadaan kita semua kelak di akhirat bahwa;


"Setelah orang – orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak saudara – saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat.

mereka memohon : “Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.

Dijawab : “Keluarkan (dari neraka) orang – orang yang kalian kenal”. Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.

Para mukminin ini pun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu menghadap kembali kepada Allah, : “Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk diazab dari neraka, sudah tidak tersisa”

Allah berfirman, “Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar”. Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka.

Kemudian mereka menghadap kembali : “Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorang pun orang yang Engkau perintahkan untuk diazab…” (HR Muslim)


Maka aku menjadi teringat perkataan Imam Hasan Al Bashri rahimahullah yang menaseharkan, “Perbanyaklah berteman dengan orang – orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat”


Juga perkataan Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziah rahimahullah yang juga menasehatkan kepada teman – temannya, “Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan : “Wahai Tuhan kami, hamba-Mu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau. Masukkanlah bersama kami di Surga-Mu”. Kemudian beliau menangis…


Salam Santun 

 

google+

Tidak ada komentar:

Posting Komentar