Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Ilmu yang diamalkan menjadi amalan yang tidak terputus walaupun seseorang telah meninggal dunia. Ilmu yang bermanfaat menjadi “penolong” dan tetap mengalirkan pahala untuk seseorang walaupun ia telah tiada.
Apa yang terpikir saat mendengar kata “warisan”? Tanah, emas,
uang, harta, atau rumah beserta isinya? Semua itu bisa jadi benar. Tak
jarang kebanyakan orang mempermasalahkannya ketika kedua orangtuanya
meninggal. Bahkan masalah warisan sudah ramai dibahas tatkala keduanya
masih hidup. Malah tidak sedikit yang saling bunuh hanya karena masalah
ini. Astagfirullah.
Harta, tanah, perhiasan dan sebagainya akan habis seiring berjalannya
waktu. Jika tidak digunakan dalam kebaikan, maka harta tersebut hanya
hilang tanpa arti. Bahkan bisa menjadi beban kelak di yaumil akhir.
Berbeda dengan ilmu, warisan yang satu ini takkan habis dilekang waktu.
Walaupun sudah tua atau sudah meninggal dunia, ilmu tetap hidup dan
berkembang sesuai perkembangan zaman.
Ilmu yang diamalkan menjadi amalan yang tidak terputus walaupun
seseorang telah meninggal dunia. Ilmu yang bermanfaat menjadi “penolong”
dan tetap mengalirkan pahala untuk seseorang walaupun ia telah tiada.
Rasulullah saw bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka
terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu: sedekah jariyah, ilmu
yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh” (HR. Muslim no.1631)
Harta berbuah kebaikan jika dikelola dengan ilmu. Harta yang dikelola
dengan baik dan dibelanjakan di jalan Allah dapat menjadi “penolong”
manusia kelak walaupun telah tiada. Begitu juga dengan anak. Mendidik
anak harus tahu ilmunya. Jika salah ilmunya atau bahkan tidak tahu
ilmunya, maka berimbas pada anak itu sendiri dan kepada kedua
orangtuanya.
Warisan Rasulullah
Pada suatu hari Abu Hurairah berdiri di pasar Kota Madinah. Kemudian dia
berkata kepada para pedagang, “Wahai para pedagang, mengapa kalian
masih belum menutup dagangan kalian?” Mereka bertanya kebingungan, ” Ada
apa kiranya ya Abu Hurairah?”
Abu Hurairah menjawab, “Apakah kalian tidak tahu kalau warisan Muhammad
saw tengah dibagi-bagikan sehingga kalian masih berdiri di sini? Apakah
kalian tidak ingin mengambil bagian kalian?” Dengan keinginan yang
meluap mereka bertanya serius, “Di mana ya Abu Hurairah?!” “Di Masjid
Rasulullah,” jawab Abu Hurairah.
Setelah diberitahu demikian, para pedagang itu segera bergegas ke Masjid
Rasulullah, sedangkan Abu Hurairah tetap tinggal di situ, tidak ikut
pergi.Tak Berapa lama kemudian para pedagang itu kembali ke pasar.
Abu Hurairah bertanya kepada mereka, “Mengapa kalian kembali?” Mereka
segera menjawab dengan nada kesal, “Ya Abu Hurairah, kami telah datang
ke masjid, tetapi setiba di sana kami tidak melihat ada sesuatu yang
dibagikan Rasulullah.”
Abu Hurairah bertanya lagi, “Apakah kalian tidak melihat seorang pun di
masjid?”. “Bukan demikian ya Abu Hurairah, kami melihat banyak orang
tetapi bukan yang seperti yang kau maksud. Kami melihat banyak orang
sedang salat, sementara sekelompok lainnya ada yang mengaji al-Quran,
dan ada pula yang sedang memelajari soal-soal yang haram dan halal,”
jawab para pedagang dengan agak sewot.
Mendengar uraian para pedagang tersebut, Abu Hurairah menjelaskan,
“Wahai para pedagang, ketahuilah, itulah warisan Muhammad saw yang
paling berharga untuk kalian semua.” (HR. Tabrani)
Banyak benda peninggalan Rasulullah yang tersimpan di beberapa museum.
Di antaranya Museum Topkapy di Istambul Turki, Yordania, Irak dan
negara-negara Timur Tengah lainnya. Beberapa benda peninggalan
Rasulullah itu, di antaranya: kunci Ka’bah zaman Nabi Muhammad saw, baju
gamis, jejak kaki, beberapa helai rambut dari janggut Nabi Muhammad
saw, pedang milik Nabi Muhammad saw, surat yang pernah ditulis Nabi
Muhammad saw, pintu emas makam Nabi Muhammad saw, dan lain-lain.
Dari sekian banyak benda–benda peninggalan Nabi itu, ternyata al-Quran
dan Hadits sebagai warisan peninggalan Rasulullah yang paling berharga.
Keduanya menjadi pedoman umat manusia ke jalan yang benar hingga akhir
zaman. Itu artinya, ilmu ternyata lebih penting daripada harta. Dengan
ilmu, seseorang dapat menjalani kehidupannya dengan selamat, baik di
dunia maupun di akhirat.
“Alif Laam Raa… (ini adalah) Kitab yang kami turunkan kepadamu
(Muhammad) supaya kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya
terang benderang dengan izin Tuhan, (Yaitu) menuju jalan Tuhan yang
Maha Perkasa lagi Maha terpuji.” (QS. Ibrahim [14]: 1)
Belajar dari Negeri Sakura
Enam hari setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada
1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Perang Dunia II (1942-1945).
Kaisar Hirohito (bertakhta 1926-1989) berupaya membangun kembali
bangsanya yang sudah porak-poranda itu. Ia memerintahkan menteri
pendidikannya untuk menghitung jumlah guru yang tinggal dan masih hidup.
Satu sumber menyebutkan, jumlah guru yang tersisa di Jepang pada saat
itu adalah sebanyak 45 ribu orang. Sejak itu, Kaisar Hirohito gerilya
mendatangi para guru tersebut dan memberi perintah juga arahan. Rakyat
Jepang saat itu sangat menjunjung titah dari kaisar.
Mengapa saat itu kaisar Jepang lebih mementingkan jumlah guru daripada
jumlah perusahaan atau jumlah pabrik yang tersisa? Itu artinya, kaisar
Jepang lebih tahu mana yang lebih menjamin kehidupan rakyatnya. Dengan
ilmu yang dimiliki para guru tersebut, lihatlah kondisi Jepang sekarang.
Setelah pengeboman yang menyakitkan itu, kini Jepang menjadi negara
maju dari berbagai sisi.
Namun, memiliki ilmu saja tidak cukup. Ini karena ilmu juga harus
didasari dengan iman kepada Allah SWT. Apalagi Allah akan meninggikan
orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Allah SWT berfirman, "… Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. al-Mujadalah [58]: 11)
Mengapa Allah SWT menggandengkan antara iman dan ilmu? Karena kedua kata
tersebut memiliki hubungan satu sama lain yang sangat erat. Jika orang
bertambah ilmunya, maka semestinya bertambah juga imannya. Dengan ilmu
dan iman yang dimiliki, maka semestinya semakin cintalah manusia kepada
pencipta-nya. Karena pada hakikatnya ilmu diciptakan Allah agar manusia
mengenal dan menjadi dekat dengan-Nya. Wallahu ‘alam bishawab. (Astri Rahmayanti)
http://www.daaruttauhiid.org/artikel/read/artikel-islami/654/warisan-berharga-itu-bernama-ilmu.html❷❷❼Teruntuk kamu . . . Maafkan aku yang hanya bisa seperti ini
Menyampaikan perasaanku pada secarik kertas,
semoga kamu bisa mengerti dengan apa yang kutulis ini Memang,
surat ini tentunya berbeda dengan surat-surat cinta yang selalu orang lain buat Aku tidak berani merayumu lebih jauh lagi,
Izinkan untuk aku menyampaikan satu hal di malam ini, dengan penuh kesungguhan dan keyakinan.
Tolong tunggulah aku dirumahmu Ketika saatnya tiba, aku akan datang Biarlah hari-hari yang akan kita lewati nanti kita jalani masing-masing InsyaAllah,
jika saling menjaga dalam heningnya cinta Kita akan dipertemukan kembali dan mengikrarkan janji sehidup sesurga dalam ridho-Nya Amiiin 😊💓🌷
❷❷❼
"Surah al-Fatihah adalah ringkasan jalan Alquran untuk mencapai
kebahagiaan di dunia dan akhirat. Barang siapa yang ingin menemukan
jalan kebahagiaan menurut Alquran maka ia bisa melihatnya di dalam
al-Fatihah.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/06/02/oqwrs6396-ini-rahasia-surah-alfatihah-jalan-menuju-kesuksesan
"Ini Rahasia Surah Al-Fatihah, Jalan Menuju Kesuksesan "
"Surah al-Fatihah adalah ringkasan jalan Alquran untuk mencapai
kebahagiaan di dunia dan akhirat. Barang siapa yang ingin menemukan
jalan kebahagiaan menurut Alquran maka ia bisa melihatnya di dalam
al-Fatihah.
"Barang siapa yang ingin menemukan jalan kesuksesan
menurut Alquran maka ia bisa mendapatkannya di dalam al-Fatihah," kata
Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir, Jumat (2/6).
Para
mufasir berkata, seluruh isi kitab suci di muka bumi ini sudah tertuang
dalam surah al-Fatihah. Jadi, jika ingin mempelajari ilmu terbaik orang
masa lalu maka cukup mempelajari tujuh ayat ini.
"Secara ringkas
ada tiga bagian penting dalam surah al-Fatihah. Pertama, berisi pujian
kepada Allah SWT. Kedua, penyerahan diri secara total kepada Allah SWT.
Ketiga, permintaan yang paling hebat," ujar Bachtiar.
Jika ingin
selamat, bahagia, sukses, dan mulia dalam hidup ini, maka permintaan
yang paling tepat adalah memohon kepada Allah agar ditunjuki jalan
lurus. Ayat keenam al-Fatihah didetailkan oleh Allah SWT bahwa karakter
shirat al-Mustaqim dijelaskan di ayat selanjutnya. Yaitu, jalan
orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan)
mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (QS
al-Fatihah: 7).
"Di ambil dari nasehat Hasan Basri yang mengajak kita untuk merenungi 5 hal yang paling pantas untuk selalu kita cemaskan. antara lain:
1. Ibadah kita
Adakah ibadah kita selama ini cukup pantas untuk diterima Allah SWT. Ataukah jangan-jangan shalat yang begitu banyak kita kerjakan itu hanyalah gerakan tanpa makna. Dan ataukah puasa dan amal kita hanyalah penghias hasrat semata. Bukankah misi hidup manusia didunia adalah beribadah pada ALLAH? lalu apa gunanya kita jika semua ibadah kita tidak diterima oleh ALLAH. Selayaknya kita selalu meminta pada ALLAH untuk memperbaiki ibadah kita dan terus menjaga niat kita hanya untukNya.
2. Dosa-dosa kita
Sudah berapa banyak dosa yang kita lakukan selama kita hidup? Segala yang besar berasal dari yang kecil. kadang kita tertipu oleh dosa-dosa kecil. merasa dosa kecil tidaklah terlalu besar dampaknya. padahal semua yang besar berasal dari yang kecil. Bagaimana jika ibadah kita yang pas-pasan senantiasa dikikis oleh dosa yang membesar?
Semoga ALLAH senantiasa menjaga kita dari dosa kecil dan besar.
3. Surga dan Neraka
Surga dan neraka adalah konsekuensi dan keniscayaans hidup manusia setelah hari perhitungan. Hanya ada dua tempat itulah tempat kita kembali nanti.
Sudahkah kita tahu betapa dasyatnya siksa neraka? dan sudahkah kita yakin akan kenikmatan surga?
Sudahkah kita pantas memasuki surga? dan sudahkah kita yakin bisa terhindar dari siksa neraka?
Semoga tempat kembali kita adalah tempat terbaik disisi ALLAH SWT
4. Masa lalu dan masa depan
Masa lalu adalah pelajaran berharga yang harus kita ingat baik-baik. sedangkan masa depan adalah sesuatu yang tidak pernah kita ketahui. Untuk itu, setiap hari kita diingatkan oleh ALLAH melalui setiap shalat kita untuk senantiasa diberikan petunjuk menapaki jalan yang lurus.
5. Keridloan Allah atas semua tindakan kita
Dari semua hal yang kita lakukan dahulu, sekarang maupun yang akan datang, adakah kita yakin bahwa semua itu mendatangkan ridlo ALLAH? ataukah hanya hal sekedarnya yang tidak ada nilainya, atau bahkan membawa murka ALLAH? kita perlu senantiasa memperhatikan apa yang sedang dan kita lakukan. bisa jadi hal kecil yang kita lakukan dapat membawa nilai besar disisi ALLAH. baik itu nilai kebaikan, maupun nilai keburukan.
Sedikit renungan semoga bermanfaat.
Menolong diri sendiri dengan “menolong” ALLAH
http://ceritapenyejukhati.blogspot.co.id/p/pengetahuan-tentang-islam.html
Kisah Tokoh Muslim dari Berbagai Negara Saat Berpuasa
Berikut sekelumit kisah perjuangan beberapa tokoh dari berbagai negara yang tetap khusyuk menjalani ibadah puasa meskipun menjalani kegiatan yang berat.
Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh pemeluk agama Islam di seluruh penjuru dunia. Sebab inilah saatnya bagi umat muslim untuk memperbaiki kualitas imannya, juga mengistirahatkan organ-organ tubuh yang terus-menerus bekerja sepanjang tahun. Umat muslim menghabiskan bulan Ramadhan dengan menahan diri dari makan dan minum serta hawa nafsu sejak matahari terbit sampai matahari terbenam. Semua ini dilakukan semata untuk meningkatkan takwa dan mendapatkan pahala yang telah dijanjikan oleh Allah.
Meskipun dalam kitab suci Al-Qur’an tertulis bahwa terdapat keistimewaan berbentuk keringanan untuk tidak melakukan ibadah puasa bagi sebagian kaum muslim, seperti ibu hamil, anak-anak yang belum baligh, para musafir dan orang-orang yang keadaannya tidak memungkinkan untuk berpuasa, tetapi kisah manusia-manusia istimewa ini akan memberikan kita pemahaman bahwa, selagi kita mampu dan bisa berpuasa, maka berpuasalah.
Inilah sekelumit kisah singkat beberapa orang dari berbagai negara dalam menjalani puasa :
Chef Ahmed Daaji, Beirut, Lebanon
Umat Muslim diwajibkan berpuasa selama bulan Ramadhan, dengan menghindari makan dan minum dari fajar sampai senja. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang bekerja pada bisnis makanan?
Ahmed Daaji, seorang koki top asal Lebanon. Dia bekerja sepanjang hari di sebuah restoran dan harus menyediakan berbagai menu berbuka untuk 300 orang setiap hari. Tentu pekerjaan ini tidaklah mudah untuk dijalani, dia harus menggunakan insting dan keahliannya untuk memastikan masakannya memiliki rasa yang sesuai. Bahkan, dia harus menjadi orang terakhir yang merasakan masakan yang diolahnya saat berbuka puasa sehingga masakannya betul-betul matang dan nikmat sempurna.
Ali Gattoufi, Relawan Muslim dari Paris, Perancis
Perancis adalah rumah bagi komunitas Muslim terbesar di Eropa. Namun negara ini juga mengalami peningkatan insiden anti-Muslim, serta serangan oleh ekstrimis Islam. Sebab itu masyarakat di Perancis berharap, Ramadhan menjadi momen untuk perdamaian.
Seperti yang dilakukan sekelompok Muslim di Paris dimana Ali Gattoufi terlibat di dalamnya. Relawan mengorganisir kegiatan amal dengan menyiapkan menu berbuka puasa untuk lingkungannya. Ini untuk mengembalikan citra Islam di antara warga Perancis.
Pemain Kriket Moeen Ali di Birmingham, Inggris
Bulan Ramadhan bukanlah hambatan bagi seseorang untuk tidak melakukan olah raga. Adalah Moeen Ali, seorang atlet kriket yang mengaku pengalaman bertanding saat bulan puasa tidaklah menjadi hambatan baginya. Ali mengatakan, puasa tidak mempengaruhi kinerjanya di lapangan. Meskipun harus menjalani puasa selama 19 jam. Itu karena dia berpikir Ramadhan merupakan berkah, yang diberikan kepada Umat Muslim. Di bulan ini, dia memanfaatkan untuk berdoa. Meski dia mengaku berpuasa juga tidak mudah.
https://www.1001inspirasiramadhan.com/article/ibadah/kisah-tokoh-muslim-dari-berbagai-negara-saat-berpuasa
↻Tiba-tiba saja terfikir suatu hal, yaitu umur manusia. Saya bertanya pada diri saya sendiri, bagaimana kalo saya tahu bahwa umur saya hanya sampai umur 25 tahun, atau 35 tahun, atau 5 hari lagi. saya terpikir banyak hal yang akan saya lakukan. Saya tertarik untuk berbagi kisah ini pada saudara2 pembaca blog ini. semoga kita bisa diskusi dan mendapat banyak manfaat.
jika anda tahu sisa umur anda tinggal 1 tahun, apa saja yang akan anda lakukan untuk mengisi sisa umur itu?
mungkin sebagian akan menjawab:
bersenang-senang
jalan-jalan ke tempat indah yang belum didatangi
makan sepuasnya setiap hari
segera nikah
dll
mungkin sebagian orang yang lain memilih:
memperbanyak ibadah shalat dan dzikir
memperbanyak sedekah
memperbanyak silaturahim
bekerja lebih giat
memberikan hak keluarga dan orang-orang disekitarnya
dll
kenapa dua kelompok kegiatan tersebut begitu berbeda dan seolah bertolak belakang?
Saudaraku, salah satu hikmah besar dirahasiakannya bilangan umur kita adalah agar kita tidak tahu kapan kita mati. ketika kita tidak tahu kapan kita akan mati, pada dasarnya kita akan merasa setiap saat bisa jadi ajal kita, maka kita akan selalu berhati-hati dengan tindakan kita. Kita tidak akan tahu kapan kita akan mati. apakah saat remaja? ataukah saat kita sudah tua? dan kita tidak tahu kapan pastinya kita akan mati. apakah hari ini? atau besok? dan kita tidak tahu bagaimana kita akan mati. apakah saat tidur? apakah saat berkendaraan? ataukah ketika kita sedang membaca Al Quran?
Seandainya ALLAH menghendaki semua manusia mengetahui kapan ia mati, dimana ia mati, dan kapan ia mati, akankah kehidupan dunia ini dihiasi kebaikan demi kebaikan? saya rasa tidak.
kemungkinan yang bisa kita bayangkan:
sedikit manusia selalu menghiasi umur dengan ibadah
lebih banyak manusia terus menerus berbuat dosa hingga akhir hayatnya
jauh lebih banyak lagi manusia terus berbuat dosa hingga sedikit sisa umurnya ia bertaubat
Saya rasa jenis ketiga akan mendominasi isi dunia. orang-orang seperti ini selalu berfikir bahwa masih ada waktu untuk bertaubat. Dalam kondisi seperti ini, bisa jadi dunia ini didominasi kejahatan dan kriminalitas, maksiat, hedonis, dan sejenisnya.
Maka segala puji bagi ALLAH Yang Maha Sempurna perhitungannya. ALLAH sangat memahami betapa manusia senantiasa berada antara kecenderungan yang baik dan yang buruk (QS Asy-Syams: 8), maka ia menyelamatkan manusia dari fitrahnya tersebut, dengan jalan menjadikan umur sebagai hal ghaib yang tidak diketahui manusia. untuk apa? agar manusia selalu berhati-hati dalam hidupnya, dan agar manusia selalu berada dalam kebaikan.
http://ceritapenyejukhati.blogspot.co.id/p/pengetahuan-tentang-islam.html
ANEH, banyak pemuda pemudi yang gemar memilih jalan menyimpang dengan cara PACARAN daripada harus menyegerakan nikah. Padahal menikah adalah cara sesuai fitrah manusia yang telah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersama para sahabatnya. Tapi, kenapa pula masih ada pemuda yang lebih ‘nyaman’ berlama-lama pacaran daripada bersegera menikah.
Memang, menikah itu perlu persiapan ekstra, tapi bukan berarti karena alasan mempersiapkan persiapan ekstra itu akhirnya jalan yang tidak dibenarkan ditabrak. Misalnya, ah, sambil mengumpulkan modal, gak apa-apalah pacaran dulu sebelum menikah. Itung-itung mengenal karakter calon istri atau suami. Hal seperti itu (mengenal karakter calon) melalui pacaran tidaklah dibenarkan dalam Islam.
Norak dong hari gini gak pacaran? Tentu jika hari gini seorang pemuda pemudi masih senang pacaran, itulah sebenarnya yang norak. Norak karena budaya pacaran itu sebenarnya bukan dari budaya Islam. Sebaliknya, pacaran itu akan terasa indah jika dilakukan setelah menikah. Apa bedanya dong pacaran pra nikah dan pasca nikah? Oh, tentu saja beda. Pacaran pra nikah, itu artinya semua aktifitasnya full maksiat. Sebaliknya, pacaran pasca nikah, maka semuanya menjadi halal dan sudah tentu dapat pahala. Kalau gitu, enak mana, pacaran pra nikah atau pacaran pasca nikah?
Bersegera menikah merupakan sebuah kewajiban. Seorang pemuda dan pemudi tidak boleh menunda-nunda menikah karena alasan kuliah. Menikah tidak dibatasi hal tersebut, bahkan dimungkinkan seorang pemuda menikah untuk menjaga dirinya, agamanya, akhlaknya serta menundukkan pandangannya sementara ia terus melanjutkan kuliahnya. Begitu pula dengan pemudi yang diberikan kecukupan dan kemudahan kepada Allah, wajib bagi dirinya untuk bersegera menikah meskipun ia masih sekolah –baik ia berada dijenjang SMA atau perguruan tinggi- karena hal tersebut bukanlah penghalang.
Merupakan sebuah kewajiban untuk bersegera menikah bagi siapapun yang telah memiliki kemampuan dan kuliah bukanlah penghalang terjadinya sebuah pernikahan. Meskipun engkau memutuskan kuliahmu, maka hal tersebut tidaklah mengapa, karena yang terpenting adalah engkau belajar ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi agamamu dan selebihnya merupakan tambahan semata.
Di dalam pernikahan terdapat mashlahat yang besar, terlebih lagi di zaman ini dan mengakhirkannya akan menimbulkan banyak mudarat kepada para pemuda dan pemudi. Oleh karena itu, semua pemuda dan pemudi wajib menyegerakan diri untuk menikah bila si pelamar telah mampu mencukupi kebutuhan yang akan dilamar. Jika seorang yang dilamar dirasa cocok, maka bersegeralah menikah dalam rangka mengamalkan perkataan Nabi Shalallahu’alaihi Wa Sallam dalam hadits shahih, yang artinya, “Wahai sekalian pemuda, apabila kalian mampu (lahir dan batin) untuk menikah, maka menikahlah. Hal tersebut akan menjaga pandangan dan kemaluan. Namun, bila kalian belum mampu berpuasalah. Karena di dalam puasa tersebut terdapat pengekang.” (Muttafaqun ‘Alaihi). Di dalam hadits tersebut terdapat keumuman dari kalangan pemuda dan pemudi untuk menikah. Tidak ada kekhususan di dalamnya.
Tiga Alasan Ini Anda Boleh Menunda Nikah
Hanya dengan tiga (3) hal yang boleh dilakukan untuk menunda menikah antara lain sebagai berikut.
Pertama, jika menikah itu mengakibatkan ke zhaliman pada salah satu pihak. Kalau menikah tapi pernikahan itu menzhalimi salah satu pihak maka pernikahan tersebut sudah semestinya ditunda atau dibatalkan sama sekali. Contohnya ada laki-laki yang memiliki dendam dengan satu keluarga, laki-laki menikahi wanita keluarga tersebut dengan niat membalas dendam, menyakiti wanita atau mungkin menceraikannya setelah dinikahi. Hal seperti ini tentu tidak diperbolehkan dalam Islam.
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku, dan Aku jadikan ia (kezhaliman itu) haram di antara kalian. Maka janganlah kalian saling menzhalimi.” (HR. Muslim, dalam Jami’ul Ulum hadits no. 24)
Contoh kasus lain ada seorang wanita yang dipaksa menikah oleh orang tuanya dengan alasan harta sementara laki-laki yang akan menikahinya jauh sekali dari kesan laki-laki taat dan shaleh. Hal seperti ini jika terjadi maka boleh untuk menunda dan membatalkan pernikahan tersebut.
Kedua, Memaksakan Menikah Tapi Belum Mampu. Keinginan untuk menikah boleh saja meledak-ledak. Tapi, tentu saja harus berfikir realistis. Jangan hanya karena ingin segera memenuhi hasrat biologis, lalu tidak mempertimbangkan hal lain yang jika ditinggalkan akan membuat fatal sebuah pernikahan.
Memaksakan menikah, banyak terjadi dalam masyarakat hari ini, padahal sebenarnya belum mampu, baik itu secara finansial maupun izin dan restu dari keluarga. Memilih “nikah lari” karena belum dapat izin dari orang tua dengan dalih sudah terlanjur cinta tentu hal yang sangat tidak di anjurkan dalam Islam. Di kasus lain yang sering terjadi adalah memaksakan menikah dan resepsi padahal sejatinya tidak mampu secara ekonomi alih-alih ujungnya adalah berhutang untuk biaya menikah dan resepsi, bahkan sampai malah berhutang ke renteiner (riba).
Ketiga, Menikah Saat Hamil. Sebagian besar masyarakat negeri ini tidak tahu, sehingga dengan seenaknya saja melanggar larangan Allah, yakni segera menikahkan wanita yang sudah hamil; entah itu karena hamil di luar nikah atau hamil setelah dicerai suaminya. Padahal, Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan perempuan-perempuan yang hamil waktu ‘iddah mereka sampai mereka melahirkan kandungannya.” (QS. Ath-Tholaq: 4). Maka jika dalam kondisi hamil mesti ditunggu dulu sampai bayinya lahir (habis masa iddahnya) baru dinikahkan.
Jadi, untuk Anda para pemuda dan pemudi Islam, bersegeralah menikah jika masa itu sudah tiba. Jangan tunda nikah itu, jika Anda memang sudah mempunyai calon suami atau istri. Mintalah kepada orang tua untuk segera membantu mewujudkan impian Anda itu. Sebab, jika menikah itu semakin ditunda-tunda, maka bisa jadi akan tiba rasa psikologis jenuh, dimana Anda akan merasa kehilangan semangat untuk membangun rumah tangga.
Pesan saya, jika rasa hati sudah merindukan untuk menikah, maka jangan lagi ditunda-tunda. Apa dan bagaimana pun caranya, selama itu baik dan tidak melanggar syariat Allah dan Nabi-Nya, maka wujudkanlah. Sebab disaat perasaan menggebu ingin menikah itu muncul, lalu Anda menikah, maka kebahagiaan akan terasa lebih sempurna, wallahua’lam.(RS3/P2)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
“Janganlah kalian memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Jika kalian berpapasan dengan mereka di jalan, maka desaklah mereka ke jalan yang paling sempit.”
Dari Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu- bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
لَا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلَامِ فَإِذَا لقيتموهم فِي طَرِيقٍ فَاضْطَرُّوهُم إِلَى أَضْيَقِهِ
“Janganlah kalian memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Jika kalian berpapasan dengan mereka di jalan, maka desaklah mereka ke jalan yang paling sempit.” (HR. Muslim no. 2167)
Berkata Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullahu di dalam Tas-hilul Ilmam ketika menjelaskan hadits ini, "Ini termasuk juga dari adab salam. Bahwasanya tidak boleh memulai salam kepada orang yahudi, nasrani dan orang kafir lainnya, karena mereka adalah musuh-musuh Allah.
Salam adalah termasuk bagian dari hak-hak seorang muslim terhadap muslim lainnya. Adapun orang kafir, tidak punya hak. Maka kita wajib untuk mengecam dan membenci orang kafir di jalan Allah. Akan tetapi jika mereka lebih dulu mengucapkan salam kepada kita, maka kita balas salam mereka, karena islam adalah agama yang mukafiah (membalas kebaikan) dan agama yang ihsan (baik). Maka jika ada yang berbuat baik kepadamu, walaupun dia seorang kafir, balaslah kebaikannya."
Syaikh melanjutkan, "Di dalam hadits ini ada faidah bagi kita untuk mendesak mereka ke tempat yang sempit ketika bertemu di jalan.
Maknanya adalah jangan sampai kita biarkan mereka berada di tengah jalan atau mendapatkan jalan yang baik, karena mereka adalah musuh Allah. Kewajiban bagi kita adalah menghinakan orang kafir karena Allah telah menghinakannya, maka janganlah kita memuliakannya."
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu di dalam Fathu Dzil Jalali wal Ikram ketika menjelaskan hadits ini berkata, "Contoh dari hadits ini, jika terdapat jalan yang hanya muat untuk empat orang, lalu kita bertemu dengan empat orang dari kalangan mereka, maka kita jangan memperluas jalan untuk mereka, akan tetapi hendaknya kita tetap berjalan sebagaimana biasa, sampai mereka melewati di sela-sela kita satu per satu.
Janganlah kita membuka jalan untuk mereka, ketika perbuatan itu menunjukkan sebagai pemuliaan, pembesaran dan peninggian terhadap mereka."
Syaikh melanjutkan, "Jika kita telah mengetahui bahwa maksud dari syariat untuk tidak memulai salam kepada orang kafir adalah agar kita tidak memuliakan dan menghormati mereka, maka kami katakan: Kalau begitu jangan pula kita memulai kepada mereka dengan tahiyah (ucapan penghormatan).
Janganlah kita ucapkan "ahlan wa sahlan" jangan juga mengucapkan "marhaban", kalau memang ucapan ini menunjukkan pemuliaan terhadap mereka.
Akan tetapi jika engkau dalam situasi darurat, misalnya engkau ingin masuk ke dalam kantor yang pemimpinnya seorang nasrani, maka yang seperti ini tidak mengapa jika engkau mengucapkan "permisi" atau "selamat pagi" akan tetap kau niatkan ucapanmu ini untuk dirimu dan untuk kaum muslimin.
Hal ini dilakukan jika memang darurat, karena sebagian orang sekarang tengah berada di perusahaan-perusahaan yang pemimpinnya adalah orang nasrani.
Ketika engkau ingin masuk ke dalam kantor yang pemimpinnya seorang nasrani, maka engkau tidak boleh mengucapkan "assalamu'alaikum", karena rasulullah telah melarang akan hal ini."
Syaikh melanjutkan, "Apakah makna dari hadits ini adalah untuk mendesak mereka sampai menempel ke tembok?
Jawabnya adalah tidak.
Karena dahulu, ketika nabi bertemu dengan orang yahudi di Madinah, tidak ternukilkan pernah mendesaknya sampai menempel ke tembok. Hal ini juga tidak boleh dilakukan kepada seorang muslim. Akan tetapi yang penting adalah janganlah kita memuliakan orang-orang kafir dengan cara meluaskan jalan untuk mereka."
Syaikh Abdullah al Bassam rahimahullahu di dalam Taudhihul Ahkam ketika menjelaskan hadits ini berkata, "Hukum ini (mendesak orang kafir di jalan) di masa sekarang tertahan, ini disebabkan karena lemahnya islam dan lemahnya muslimin terhadap orang-orang kafir.
Akan tetapi kita tidak boleh berputus asa untuk mengembalikan kemuliaan, kemenangan dan ketinggian islam."
Syaikh melanjutkan, "Dalam hadits ini ada larangan untuk memulai salam kepada yahudi dan nasrani. Jika mereka memulai salam, maka telah ada hadits yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim dari shahabat Anas ibn Malik, bahwa nabi bersabda, "Jika ahlul kitab mengucapkan salam kepada kalian, maka ucapkanlah: WA'ALAIKUM."
Wallahu alam.
Sumber:
1. Tas-hilul Ilmam-Syaikh Shalih Fauzan 6/167-168
2. Fathu dzil Jalali wal Ikram-Syaikh Ibnu Utsaimin 6/259-260
3. Taudhihul Ahkam-Syaikh Abdullah al Bassam 7/303-304
➖➖➖
💐 Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)
➖➖➖
💾 Arsip lama Wa SFS, INdiC dan INONG terkumpul di catatankajianku.blogspot.com dan di link telegram http://bit.ly/1OMF2xr
✍ Asy Syeikh Al Utsaimin rohimahullah:
Ⓜ Pada kesempatan ini aku ingin menyampaikan bahwa gerakan gerakan didalam sholat terbagi menjadi 5 macam: gerakan yang wajib, gerakan yang sunnah, gerakan yang makruh, gerakan yang harom, gerakan yang mubah.
🏹📪 Adapun gerakan yang wajib, yaitu gerakan yang mengahruskan seseorang melakukan perkara yang wajib, seperti seseorang ketika sedang sholat kemudian dia ingat pada imamahnya ada najisnya, maka pada keadaan yang demikian ini dia harus melepas imamahnya, ini adalah gerakan yang wajib.
🍥 Dalilnya bahwa Nabi Shollallahu alaihi wa sallam ketika sholat didatangi oleh Jibril, kemudian Jibril mengabarkan kepada Beliau sholallahu alaihi wa sallam bahwa pada sandal beliau ada kotorannya, maka beliau shollallahu alaihi wa sallam melepas kedua sandalnya di pertengahan sholat kemudian beliau melanjutkan sholatnya.
🍥 Ini adalah gerakan yang wajib, qoidahnya adalah: gerakan yang wajib adalah gerakan mengharuskan melaksanakan perkara yang wajib atau meninggalkan sesuatu yang harom.
🏹📪 Gerakan yang sunnah, yaitu gerakan untuk melakukan perkara yang sifatnya sunnah, seperti bergerak mendekat kepada sof tetangganya untuk menutup celah yang kosong, ini adalah gerakan yang sunnah.
🏹📪 Gerakan yang makruh, yaitu gerakan yang tidak perlu dan tidak ada kaitannya dengan kesempurnaan sholat.
🏹📪 Gerakan yang harom, yaitu gerakan yang banyak dan berulang ulang, seperti seseorang ketika berdiri dia melakukan gerakan gerakan yang sia sia, demikian pula ketika ruku', sujud, ketika duduk, dia terus melakukan gerakan gerakan yang sia sia ini sehingga dia tidak seperti orang yang sedang sholat, maka ini gerakan yang harom karena akan membatalkan sholatnya.
🏹📪 Gerakan yang mubah, yaitu selain dari gerakan gerakan diatas, seperti seseorang menggaruk gatal pada tubuhnya, atau imamahnya turun ke matanya sehingga dia menganggkatnya, atau ada seseorang yang minta izin kepadanya kemudian dia mengangkat tangannya untuk memberikan izin kepada orang itu, maka ini adalah gerakan yang mubah/boleh.
••••••••••••••••••••••••••
📥 Sumber: Fatawa Arkanil Islam 341-342
💾 Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama
📑 Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy
Sayang...
Aku ingin akulah yang pertama menemukan uban di antara
helai-helai rambutmu dan
menggaruknya ketika engkau mengeluh kulit
kepalamu tiba-tiba menjadi lebih gatal dari biasanya..
Dan ketika helai-helai
itu semakin bertambah dengan suka cita..
Aku akan menyisirinya, tak perlu meminta pewarna rambut..
Sayang ...
Aku tidak menginginkan yang muluk-muluk..
Aku ingin mendampingi masa tuamu..
Aku ingin tua di
sampingmu..bersamamu...😢
Sehat, sehatlah sayang ...
Agar engkau juga sempat
meraba kepalaku yang
ditumbuhi uban..😢
Agar sempat aku memamerkan gigiku
yang mulai tanggal..😢
Sehat, sehatlah sayang ...
Agar ketika kita tua, kita masih sanggup menemani anak cucu
kita bermain bersama..😢
Atau sekedar mengunjungi mereka saat hari libur tiba.
Kupikir lebih baik kita saja yang mengunjungi
mereka sambil membawakan makanan kesukaan mereka..😢
Mungkin nanti anak cucu kita akan lebih sibuk
dari hari-hari sibuk yang kita jalani sekarang.
Kita akan jadi orang tua
yang paling pengertian, ya kan Sayang ...??😢
Sayang ...
Aku ingin tetap mesra
bersamamu hingga tua. Tetap membisikkan
kata cinta..😢
Meski pendengaran kita semakin berkurang..
Jangan malu untuk sedikit berteriak
di telingaku ya...?!
Kau tahu, aku sangat suka
mendengarkan ungkapan
sayangmu..
Ku ingin kita ...
Tetap saling memanja, semampu tenaga yang masih kita miliki.
Anak, cucu, ponakan dan
keluarga kita pasti😢
akan menyayangi kita berdua,tapi percayalah aku yang paling tahu cara memanjakanmu demikian engkau yang paling tahu cara
memantik binar di mataku..
Bila waktu memang menggerus banyak hal...
Bila usia memang mengikis banyak hal...
Aku berharap, semoga itu bukan cinta dan kasih sayang kita.
Bila memang tiada yang abadi...
Bila memang semua akan
berakhir...
Bila memang semua akan
terhenti ...
Aku berharap, sepanjang waktu yang kita miliki..
Temani aku untuk
melakukan yang terbaik untuk cinta yang kita punya.
Menjadikan cinta
dan hubungan yang kita bina sebagai anugerah paling indah dan paling
berharga..
Apapun boleh berhenti, tapi tidak dengan niatan tulus untuk saling
mengasihi.
Apapun boleh usai, tapi tidak dengan upaya gigih untuk saling menjaga,
upaya gigih untuk saling
membahagiakan.
Sayang ...
Hari ini, menit ini, detik ini, aku seperti bisa menatap proyektor
besar tak bertepi, memutar film tak berjudul yang kita perankan,ada dua
tangan keriput yang saling menggenggam.
Tanganku dan tanganmu.
Tapi ketika adegan berganti, saat film
hampir usai, aku tak sanggup lagi menatapnya, semua menjadi kabur dan basah oleh Air Mata..
Ku ingin mencintaimu
sepenuh hatiku, tapi tak bisa..
Ku ingin bersamamu
selamanya, tapi takkan mungkin..
Ku ingin sehidup semati
denganmu,tapi semua itu
gombal belaka..
Karena ku ingin hanya ALLAH dihatiku..
Yang Takkan Meninggalkanku,
Takkan Berpisah dan selama-lamanya..
Karena semua itu bukan gombal..
Kalau pun aku mencintaimu,itu
karena ALLAH..
Karena DIA-lah yang
menggerakkan hatiku untuk menyayangimu..
(Tuk Suamiku Tercinta kelak😢^♥^)
Assalamualaikum
Mari terus berbuat baik
Berniat untuk baik
Berkata yang baik- baik
Memberi nasehat yg baik
Share yang baik- baik
Tulis yang baik- baik
Mestipun tidak banyak yang mengenalimu
Dan menyukai nasehatmu
Jadilah seperti JANTUNG
yang tidak terlihat tetapi terus berdenyut
Sehingga kita terus dapat hidup...
Berkarya dan menyebarkan manfaat
Bagi orang- orang disekeliling kita
Sampai hembusan nafas terakhir.
Sahabat yg ku sayangi
Teruslah berbuat baik
Laksanakan yg baik- baik
Semoga Allah meberi jalan yg terbaik
Dan mati dalam keadaan baik( Husnul Khatimah) ⟳
❶Atas permohonan dari umat Islam di Papua
Nugini, pemerintah setempat pada 1992 menghibahkan sebidang tanah seluas
3.500 meter persegi yang berlokasi di luar kantor kompleks KBRI. Di
atas tanah itulah rencananya masjid pertama dibangun. Tetapi, keinginan
untuk membangun masjid tidak dapat dilaksanakan secepatnya lantaran dana
yang sangat tidak mencukupi.
Melihat kondisi itu maka pada
1996 Duta Besar RI untuk Papua Nugini mengajukan permohonan bantuan ke
Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) untuk membangunkan masjid di
atas tanah yang telah disediakan tersebut. Pada tahun itu juga, YAMP
mengabulkan permohonan tersebut dengan mentransfer dana senilai 100 ribu
dolar AS ke KBRI Port Moresby yang selanjutnya diserahkan kepada
pengurus Port Moresby Islamic Centre.
Pada 1999, Duta Besar RI di Port Moresby
melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan
masjid dan baru pada 2001 masjid tersebut selesai dikerjakan. Masjid
yang diberi nama Port Moresby Central Muslim tersebut memiliki luas
bangunan 1.000 meter persegi dengan kapasitas 1.000 orang jamaah. Karena
dibangun atas dana dari umat Islam di Indonesia melalui YAMP, tak
berlebihan kiranya jika masjid itu disebut “Masjid Indonesia”.
Selain untuk shalat, masjid itu juga digunakan untuk menggelar kegiatan
keislaman, seperti pengajian serta pesantren kilat yang diselenggarakan
dua kali dalam satu tahun. Sejak berdirinya masjid di Port Moresby itu,
tak kurang 200 warga asli Papua Nugini telah menyatakan diri menjadi
Muslim.
"cukup, sabar ku ada batas nya !!"
Mungkin
Ukhti pernah berkata seperti itu. Ungkapan emosional seperti itu memang
wajar tapi bisa jadi anggapan ini salah jika dipahami, sebab sabar
tidak ada batasnya.
Kalaupun ada, adakah tolak ukur dari sabar?
Sabar memang merupakan bahasan klasik tapi sampai saat ini masih banyak yang belum bisa mengendalikan diri melalui rasa sabar.
Ash-Shabr
(sabar) secara bahasa artinya al-habsu (menahan), dan diantara contoh
yang menunjukkan pengertiannya secara bahasa adalah pada ucapan: “qutila
shabran” yaitu dia terbunuh dalam keadaan ditahan dan ditawan.
Sedangkan secara syari’at adalah menahan diri atas tiga perkara,
~ dalam mentaati Allah,
~ dari hal-hal yang Allah haramkan,
~ terhadap taqdir Allah yang menyakitkan.
Banyak Firman Allah yang membahas mengenai baiknya rasa sabar. Berikut ayat-ayatnya,
Allah Ta’ala berfirman,
.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
.
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.”
(QS. Ali ‘Imran : 200)
Dan juga Allah Ta’ala berfirman,
.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al - Baqarah:155)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
(QS. Az - Zumar : 10)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
.
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ
.
“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy - Syuuraa : 43)
Dan Allah Ta’ala berfirman,
.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al - Baqarah : 153)
Dan Allah Ta’ala berfirman,
.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ
.
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.”
(QS. Muhammad : 31)
Sungguh
beruntunglah bagi mereka yang memiliki kesabaran sebagaimana yang islam
ajarkan. Ketahuilah, bahwa yang membatasi kesabaran itu reaksi dari
pengertian dan keputusan kita dalam menyikapi berbagai persoalan. Sabar
pun tidak hanya sebatas berdiam diri tapi lebih ke pengendalian diri
atau menahan diri dari reaksi yang menimbulkan dampak buruk.
➳Allah tidak memaksa kita untuk berpikir keras bagaimana cara menyelesaikannya.
Allah tidak pernah meminta kita untuk terus meratapi rasa sakit yang tidak ingin kita terima.
Allah juga tidak menyuruh kita untuk terus kecewa dengan pilihan dan keputusan-keputusan yang salah.
Allah hanya meminta kita sabar dan sholat.
Sabar untuk tetap bertahan menghadapinya sambil mengusahakan yang terbaik semampu kita.
Sholat
untuk berbagi rasa dengan-Nya, mencurahkan kesedihan, kepedihan,
kekecewaan, kesakitan, kebencian agar Allah ubah perasaan itu semua.
Selebihnya, Allah yang atur.
Percaya
deh, saat kita tidak memaksa, saat kita pasrah dengan apapun yang sudah
Allah gariskan, saat itu juga keajaiban Allah datangkan.
Saat
kita memilih untuk menerima dengan ikhlas apapun yang sudah menjadi
kenyataan kita, saat itu juga Allah lembutkan hati kita, solusi pun
mulai berdatangan.
Hingga tak terasa bahwa kita sudah berhasil
melaluinya dengan indah, semua baik-baik saja karena Allah tau kita
pasti bisa melewatinya dengan sempurna.
google +
❶Tadi sore… Di sebuah masjid di perumahan elit kota bogor
“wan… Mau kemana… Gak makan makan dulu?”
“lain kali aja… Udah sore… Pulang dulu… Sampai ktemu lagi ya… Salam buat keluarga”
Saya
lihat dia pergi tergesa gesa… Seseorang dari belakang saya berkata “gak
usah aneh rief… Dia itu shubuh dan sore biasa mandiin ibu nya semenjak
terkena stroke.. Gantiin dan bersihin pampers kalo pup dan ngajak jalan
jalan setiap pagi biar kena sinar matahari…
Padahal dia kaya…
Nyewa perawat juga bisa… Tapi dia gak mau… Malah dia urus sendiri
semuanya… Dia gak pernah mau ambil job yg bikin dia harus nginap
ninggalin rumah… Padahal proyek-proyek besar banyak yg perluin dia…
Sabar banget dia.”
Saya tersenyum… Diantara sekian banyak orang
yg lebih memilih memasukan orang tuanya ke panti jompo atau menyewa
suster untuk merawat… Dia… Lebih memilih melakukannya sendiri… Bakti
anak kepada orang tuanya…
“pernah gak ente tanya kenapa dia mau seperti itu?”
“pernah…
Dia bilang… 9 bulan mengandung penuh beban, 2 thun menyusui penuh
menahan banyak hal dan larangan… Mengorbankan masa mudanya untuk
bersabar membesarkan saya, menahan amarah atas kejahilan saya, kesalahan
saya, kebodohan saya, keisengan saya… Mengorbankan kebebasannya untuk
menjaga saya…
Memastikan perut saya terisi makanan dan tidur
dengan pulas disaat sering beliau tidur dalam keadaan menahan lapar dan
tal tidur menjaga saya dari gigitan nyamuk… Tak kenal lelah
memperhatikan saya… Menasehati dan memperjuangkan hidup saya dengan
mengesampingkan perasaan ingin menikmati kesenangan kesenangan
pribadinya…
Lalu…
Anak macam apa saya kalau membiarkan ibu diurus oleh bukan anak yg dibela belanya dulu?
Anak macam apa saya jika merasa berat mengurus ibu yg telah mati matian menyamankan dan mengamankan saya?
Anak macam apa saya jika membiarkan masa tuanya tanpa menerima kebaikan anaknya sebagai balasan atas pengorbanan hidupnya?
Anak
macam apa saya jika pekerjaan dan uang lebih saya pentingkan daripada
mengurus orang tua yg sudah jelas jelas sangat berjasa atas kehidupan
saya?
Saya tak ingin menyesal jika ibu saya meninggal disaat saya belum buktikan cinta dan rasa sayang serta bakti saya kepadanya”
Saya terdiam dan tak terasa air mata meleleh di pipi saya…
Teringat mama saya dan uban yg mulai memenuhi kepalanya..
(Dari Saudara Arief Rakhmanto)
semoga kita bisa ambil hikmah dari kisah diatas,menjadi anak yg berbakti kepada kedua Orang tua
Aamiin
❶Wujud manusia adalah rumah penginapan.
Setiap pagi.
Tamu baru.
Kegembiraan, kesumpekan, kekejaman, kadang kesadaran - kesadaran sesaat tiba , sebagai tamu kejutan.
Sambut dan jamu semuanya.
Bahkan jika itu tumpukan kesedihan yang ganas sapu semua perkakas rumahmu
Boleh jadi ia bersihkan dirimu demi pesona baru
Kesumpekan, rasa malu, kdlicikan,
Songsong dipintu dengan ketawa,
Ajak masuk,
Syukuri apa saja yang datang
Karena semua diutus sebagai pandu dari SANA
❶
"Tahukah kamu mengapa saya suka wanita berjilbab?
Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi.
Bisa dibayangkan, bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini, mulai keluar pintu rumah hingga kembali masuk rumah lagi.
Dan kamu tahu?
Di kampus, seharian di sana selalu membuat mata saya terbelalak.
Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, yaitu mendongak ke langit atau menunduk ke tanah.
Astaghfirullah, kemana mata ini harus memandang?
Kalau berbicara tentang nafsu, jelas saya suka.
Hal itu mah kurang, tapi sayang, saya tidak ingin hidup dibalut oleh nafsu.
Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang.
Saya
ingin melihat wanita tapi bukan sebagai objek pemuas mata, tapi sebagai
sosok yang anggun dan mempesona dan kalau dipandang membuat sejuk di
mata.
Bukan paras yang membuat mata panas, yang membuat iman ditarik oleh fikiran ngeres dan hati pun menjadi keras.
Andai
saja wanita mengerti apa yang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat
mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tidak akan mau tampil seperti
itu kecuali bagi mereka yang memang punya niat menarik laki-laki dengan
aset berharga yang mereka punya.
Mau atau tidak mau, sengaja atau
tidak sengaja, kamu sudah membuat diri kamu tidak dihargai dan tidak
dihormati oleh penampilan kamu sendiri yang telah kamu sajikan pada mata
lelaki.
Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri kamu, apakah itu
kata-kata nyeleneh atau pelecehan seksual, siapa yang semestinya
dipersalahkan?
Saya yakin kamu menjawab LAKI-LAKI.
Betapa tersiksanya menjadi laki-laki di zaman sekarang ini.
Kalau boleh saya ibaratkan,
TAK ADA PEMBELI KALAU TAK ADA YANG DIJUAL.
Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin barang bagus apalagi yang GRATIS.
Pasti semua orang akan berebut menerimanya, saya yakin siapa yang melihatnya akan mencicipinya.
Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa.
BAGI
KAMU PARA WANITA, apakah akan selalu terus menyiksa kami sampai tak
mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk?
Kemudian terpaksa mengambil keputusan untuk menikmati pemandangan yang kamu tayangkan?
So, BERJILBABLAH! Karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona, dan tentunya sejuk di mata.. 😊
.
Engkau lebih cantik dengan jilbab 😘😘😘
Sumber Buku: Engkau Lebih Cantik dengan Jilbab
Pada hari kiamat nanti…
akan ada manusia-manusia yang terkejut dengan catatan amal buruknya (sayyiah) yang sangat besar,
padahal…
dia tidak merasa mengerjakan dosa besar ,
tetapi ternyata….
ditulis untuknya keburukan sebesar gunung.
Dari manakah datangnya?
Sesungguhnya ia adalah…
DOSA JARIYAH
Apakah itu dosa Jariyah?
Apabila seseorang menjadi penyebab orang lain melakukan maksiat, ATAU…
menyebarkan kemaksiatan… ATAU…
memudahkan orang lain untuk berbuat dosa, ATAU…
mengerjakan amalan yang bertentangan dengan syariat, dan diikuti oleh orang lain.
MAKA….
baginya dosanya dan dosa orang-orang yang mengikutinya sampai hari kiamat nanti!
Allah Berfirman :
وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ
بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ
النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ
” Agar mereka memikul dosa-dosa mereka secara sempurna pada hari kiamat dan dosa-dosa orang- orang yang mereka sesatkan tanpa ilmu. Sungguh sangat buruklah apa yang mereka pikul” (Al Ankabuut : 25)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
أَيُّمَا دَاعٍ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ فَاتُّبِعَ فَإِنَّ لَهُ مِثْلَ
أَوْزَارِ مَنِ اتَّبَعَهُ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَرِِهِمْ شَيْئًا
” Siapa saja yang menyeru kepada kesesatan kemudian ia diikuti, maka baginya dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka (orang-orang yang mengikutinya) sedikitpun.”
(Hadist Riwayat Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Al Albani)
Dan yang termasuk dosa jariyah diantaranya :
Menyebarkan syubhat-syubhat dan pemikiran yang merusak
Menyebarkan gambar-gambar yang tak pantas
Menyebarkan lagu dan musik
Menyebarkan video yang mengandung hal-hal yang haram
dan masih banyak lagi
Hal-hal di atas akan menjadi dosa yang terus ditulis bagi pelakunya, walaupun ia telah masuk dalam kuburnya
Sungguh malang….
ia telah terputus dari kenikmatan dunia
akan tetapi dosanya terus mengalir dan menumpuk sampai datangnya hisab pada hari kiamat!
KHASYYATULLAH, SISTEM PERTAHANAN JIWA DARI DOSA
"Sebagaiama manusia yang memiliki antibodi (sistem pertahanan tubuh) yang bertugas melawan bakteri, virus, parasit, dan lain sebagainya yang dapat mengancam kelangsungan hidup jasmani, maka seorang muslim juga memiliki sistem pertahanan lain, yang berfungsi membentengi dirinya dari dosa dan maksiat. Sistem pertahanan itu bernama khasyatullah, rasa takut kepada Allah. Rasa takut itulah yang menjadikannya gentar untuk menerjang larangan-larangan Rabbnya. Takut itu pula yang membisikkan pada hatinya untuk urung mengeksekusi niatan-niatan buruk yang sudah ia rencanakan. Takut itu pula yang meluapi relung hatinya dengan perasaan selalu diawasi oleh Sang Pencipta. Takut itu pula yang menyesaki jiwanya dengan kesadaran bahwa tidak ada satupun yang terluput dari penglihatan Rabbnya.
Ada kalanya sistem pertahanan tubuh tadi rapuh, sehingga penyakit datang menjangkiti. Pun demikian halnya dengan sistem pertahanan jiwa diatas, ada saat dimana ia rapuh disebabkan iman manusia yang fluktuatif, adakalanya ia melemah sehingga khasyyatullah memudar. Maka disaat itulah tameng dosa menjadi rapuh, sehingga diri dikuasai setan dan nafsu, kemudian terjatuh dalam dosa dan kesalahan. Disamping iman yang lemah ada sebab-sebab lain yang dapat melemahkan sistem pertahanan jiwa dari dosa seperti cinta dunia, lalai, teman yang buruk, dan meremehkan kewajiban.
Namun Alhamdulillah… Sebagaimana antibodi manusia bisa diperkuat dengan pola hidup sehat dan asupan makanan yang bergizi. Khasyyatullah pun bisa kita tingkatkan dengan beberapa faktor, diantaranya :
①. Berdzikir.
Allah ta’ala berfirman,
الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ
“Dan mereka (orang-orang yang beriman) apabila disebut nama Allah, maka takutlah hati mereka”
②. Menjiwai Ilmu
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
“Hanya ulama (orang-orang yang berilmu) saja yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya dan Allah Maha Perkasa lagi Pengampun”.
Ibnu Katsir menafsirkan,
“Semakin sempurna pengetahuan seseorang terhadap Dzat Yang Maha Agung, maka akan semakin besar rasa takut hamba tersebut kepada-Nya.”
Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Inti dari ilmu adalah khasyyatullah, rasa takut kepada Allah.”
③. Membayangkan pedihnya siksa Allah bagi hambanya yang durhaka.
Allah ta’ala berfirman,
وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شديد
“Dan begitulah siksa Tuhanmu terhadap pemukiman-pemukiman yang zalim. Sungguh siska-Nya pedih lagi kuat.”
④. Mengingat kematian.
Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,”Perbanyaklah mengingat sang Penghancur Kelezatan (kematian).”
Terakhir.. Jangan lupa memperbanyak doa yang selalu dibaca oleh nabi setiap beranjak dari majelis.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi disebutkan bahwa sudah menjadi kebiasaan Nabi shallallahu’alaihiwasallam apabila beranjak dari sebuah majelis, Beliau berdoa untuk para sahabat yang hadir :
اللَّهمَّ اقسِم لَنا من خشيتِكَ ما يَحولُ بينَنا وبينَ معاصيكَ ، ومن طاعتِكَ ما تبلِّغُنا بِهِ جنَّتَكَ ، ومنَ اليقينِ ما تُهَوِّنُ بِهِ علَينا مُصيباتِ الدُّنيا
Ya Allah bagikan kepada kami rasa takut kepadamu, yang membentengi kami dari bermaksiat kepadamu. (Dan juga bagikan kepada kami) ketaatan, yang dengannya Engkau mengantarkan kami pada surga-Mu. (Dan juga bagikan kepada kami) keyakinan, yang dengannya Engkau ringankan atas kami musibah-musibah di dunia.”
Amiin..
Oleh Ustadz Aan Chandra Thalib,http://madinatulquran.or.id/Translate
About Me



















