Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Dhear, aku lebih mengutamakan kebaikanmu dibandingkan dengan kebaikanku. . . . .
dan Tuhan, . aku memang tidak tau, dengan siapa aku akan berjodoh kelak. .
aku tidak tau, siapa perempuan yang akan menjadi ibu dari anak anakku nanti. . . .
namun jika boleh aku meminta, aku menginginkan dia. .
perempuan tercinta yang menjadi tubuh dari seluruh puisiku. .
perempuan sederhana yang aku sebut dengan "dia" dalam doaku. . . .
Tuhan, aku memang tidak menyebut nama. . .
tapi Engkau pasti mengerti bukan, siapa perempuan yang aku maksud ??
❷❷❼Teruntuk kamu . . . Maafkan aku yang hanya bisa seperti ini
Menyampaikan perasaanku pada secarik kertas,
semoga kamu bisa mengerti dengan apa yang kutulis ini Memang,
surat ini tentunya berbeda dengan surat-surat cinta yang selalu orang lain buat Aku tidak berani merayumu lebih jauh lagi,
Izinkan untuk aku menyampaikan satu hal di malam ini, dengan penuh kesungguhan dan keyakinan.
Tolong tunggulah aku dirumahmu Ketika saatnya tiba, aku akan datang Biarlah hari-hari yang akan kita lewati nanti kita jalani masing-masing InsyaAllah,
jika saling menjaga dalam heningnya cinta Kita akan dipertemukan kembali dan mengikrarkan janji sehidup sesurga dalam ridho-Nya Amiiin 😊💓🌷
❷❷❼
"Surah al-Fatihah adalah ringkasan jalan Alquran untuk mencapai
kebahagiaan di dunia dan akhirat. Barang siapa yang ingin menemukan
jalan kebahagiaan menurut Alquran maka ia bisa melihatnya di dalam
al-Fatihah.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/06/02/oqwrs6396-ini-rahasia-surah-alfatihah-jalan-menuju-kesuksesan
"Ini Rahasia Surah Al-Fatihah, Jalan Menuju Kesuksesan "
"Surah al-Fatihah adalah ringkasan jalan Alquran untuk mencapai
kebahagiaan di dunia dan akhirat. Barang siapa yang ingin menemukan
jalan kebahagiaan menurut Alquran maka ia bisa melihatnya di dalam
al-Fatihah.
"Barang siapa yang ingin menemukan jalan kesuksesan
menurut Alquran maka ia bisa mendapatkannya di dalam al-Fatihah," kata
Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir, Jumat (2/6).
Para
mufasir berkata, seluruh isi kitab suci di muka bumi ini sudah tertuang
dalam surah al-Fatihah. Jadi, jika ingin mempelajari ilmu terbaik orang
masa lalu maka cukup mempelajari tujuh ayat ini.
"Secara ringkas
ada tiga bagian penting dalam surah al-Fatihah. Pertama, berisi pujian
kepada Allah SWT. Kedua, penyerahan diri secara total kepada Allah SWT.
Ketiga, permintaan yang paling hebat," ujar Bachtiar.
Jika ingin
selamat, bahagia, sukses, dan mulia dalam hidup ini, maka permintaan
yang paling tepat adalah memohon kepada Allah agar ditunjuki jalan
lurus. Ayat keenam al-Fatihah didetailkan oleh Allah SWT bahwa karakter
shirat al-Mustaqim dijelaskan di ayat selanjutnya. Yaitu, jalan
orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan)
mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (QS
al-Fatihah: 7).
❷❷❻"
" Belajar dari Hewan dalam Al Quran
Setiap hewan yang disebutkan dalam Alquran memiliki peran, tanpa
memandang ukuran tubuh dan jenisnya. Mereka terkadang menjadi bagian
dari sebuah cerita, dan terkadang mereka adalah cerita utama di sana
dengan banyak pelajaran bisa dipetik darinya.
Dilansir dari The National,
Jumat (16/6), Allah menyebut Al-Buraq dalam Alquran, seekor kuda
mitologis yang digambarkan sebagai makhluk dari langit yang mengangkut
Nabi Muhammad saat menjalankan Isra Miraj. Alquran juga membahas satwa
liar, mulai dari gajah perang, singa yang kuat, ular yang merayap, katak
melompat dan selalu ada hikmah di balik penciptaan mereka.
Dalam QS Al-Fil Allah bercerita tentang ashabul fiil (pasukan gajah)
yang ingin menghancurkan Ka'bah. Tatkala pasukan ini mendekati Mekah,
umat Islam tak ada persiapan apa-apa saat itu. Allah kemudian menurunkan
burung-burung ababil membawa batu untuk mempertahankan Ka'bah. Pasukan
gajah pun hancur bagaikan dedaunan yang dimakan dan diinjak hewan
lainnya. Berikut adalah terjemahan QS Al-Fil 1-5. :
"Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?"
"Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?"
"Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,"
"Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,"
"sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat)."
Arti penting dari cerita di atas adalah kekuatan dari persatuan. Sekawanan burung yang secara fisik bertubuh kecil bisa mengalahkan hewan terkuat seperti gajah.
Allah menggunakan singa di ayat lainnya untuk menggambar orang-orang
yang takut dan lari dari kebenaran, "lari daripada singa," (QS
Al-Muddassir 51).
Ular juga direferensikan beberapa kali dalam Alquran, khususnya berhubungan dengan mukjizat Nabi Musa.
"dan
lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan)
Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit,
larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): "Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman," (QS Al-Qasas 31).
Tongkat
Nabi Musa ini yang menghasilkan air saat dipukulkan ke sebuah batu,
serta juga tongkat yang membelah Laut Merah menjadi dua dan
menenggelamkan Firaun beserta pasukannya.
Allah menggunakan katak sebagai bagian dari sebuah azab dan siksa yang dikirimkan kepada orang-orang kafir di zaman Nabi Musa.
"Maka
Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah
sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan
mereka adalah kaum yang berdosa," (QS Al-Araaf 133).
Tidak
semua hewan liar dalam Alquran bisa dijumpai di Bumi. Masih ada yang
menjadi misteri, seperti Al Daba yang berarti binatang atau makhluk yang
menjadi salah satu pertanda datangnya hari kiamat. Ia bisa berbicara
menggunakan bahasa manusia.
"dan apabila perkataan telah
jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang
akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak
yakin kepada ayat-ayat Kami," (QS An-Naml 82).
http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/17/06/15/oriy69396-belajar-dari-hewan-dalam-alquran
"Di ambil dari nasehat Hasan Basri yang mengajak kita untuk merenungi 5 hal yang paling pantas untuk selalu kita cemaskan. antara lain:
1. Ibadah kita
Adakah ibadah kita selama ini cukup pantas untuk diterima Allah SWT. Ataukah jangan-jangan shalat yang begitu banyak kita kerjakan itu hanyalah gerakan tanpa makna. Dan ataukah puasa dan amal kita hanyalah penghias hasrat semata. Bukankah misi hidup manusia didunia adalah beribadah pada ALLAH? lalu apa gunanya kita jika semua ibadah kita tidak diterima oleh ALLAH. Selayaknya kita selalu meminta pada ALLAH untuk memperbaiki ibadah kita dan terus menjaga niat kita hanya untukNya.
2. Dosa-dosa kita
Sudah berapa banyak dosa yang kita lakukan selama kita hidup? Segala yang besar berasal dari yang kecil. kadang kita tertipu oleh dosa-dosa kecil. merasa dosa kecil tidaklah terlalu besar dampaknya. padahal semua yang besar berasal dari yang kecil. Bagaimana jika ibadah kita yang pas-pasan senantiasa dikikis oleh dosa yang membesar?
Semoga ALLAH senantiasa menjaga kita dari dosa kecil dan besar.
3. Surga dan Neraka
Surga dan neraka adalah konsekuensi dan keniscayaans hidup manusia setelah hari perhitungan. Hanya ada dua tempat itulah tempat kita kembali nanti.
Sudahkah kita tahu betapa dasyatnya siksa neraka? dan sudahkah kita yakin akan kenikmatan surga?
Sudahkah kita pantas memasuki surga? dan sudahkah kita yakin bisa terhindar dari siksa neraka?
Semoga tempat kembali kita adalah tempat terbaik disisi ALLAH SWT
4. Masa lalu dan masa depan
Masa lalu adalah pelajaran berharga yang harus kita ingat baik-baik. sedangkan masa depan adalah sesuatu yang tidak pernah kita ketahui. Untuk itu, setiap hari kita diingatkan oleh ALLAH melalui setiap shalat kita untuk senantiasa diberikan petunjuk menapaki jalan yang lurus.
5. Keridloan Allah atas semua tindakan kita
Dari semua hal yang kita lakukan dahulu, sekarang maupun yang akan datang, adakah kita yakin bahwa semua itu mendatangkan ridlo ALLAH? ataukah hanya hal sekedarnya yang tidak ada nilainya, atau bahkan membawa murka ALLAH? kita perlu senantiasa memperhatikan apa yang sedang dan kita lakukan. bisa jadi hal kecil yang kita lakukan dapat membawa nilai besar disisi ALLAH. baik itu nilai kebaikan, maupun nilai keburukan.
Sedikit renungan semoga bermanfaat.
Menolong diri sendiri dengan “menolong” ALLAH
http://ceritapenyejukhati.blogspot.co.id/p/pengetahuan-tentang-islam.html
Kisah Tokoh Muslim dari Berbagai Negara Saat Berpuasa
Berikut sekelumit kisah perjuangan beberapa tokoh dari berbagai negara yang tetap khusyuk menjalani ibadah puasa meskipun menjalani kegiatan yang berat.
Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh pemeluk agama Islam di seluruh penjuru dunia. Sebab inilah saatnya bagi umat muslim untuk memperbaiki kualitas imannya, juga mengistirahatkan organ-organ tubuh yang terus-menerus bekerja sepanjang tahun. Umat muslim menghabiskan bulan Ramadhan dengan menahan diri dari makan dan minum serta hawa nafsu sejak matahari terbit sampai matahari terbenam. Semua ini dilakukan semata untuk meningkatkan takwa dan mendapatkan pahala yang telah dijanjikan oleh Allah.
Meskipun dalam kitab suci Al-Qur’an tertulis bahwa terdapat keistimewaan berbentuk keringanan untuk tidak melakukan ibadah puasa bagi sebagian kaum muslim, seperti ibu hamil, anak-anak yang belum baligh, para musafir dan orang-orang yang keadaannya tidak memungkinkan untuk berpuasa, tetapi kisah manusia-manusia istimewa ini akan memberikan kita pemahaman bahwa, selagi kita mampu dan bisa berpuasa, maka berpuasalah.
Inilah sekelumit kisah singkat beberapa orang dari berbagai negara dalam menjalani puasa :
Chef Ahmed Daaji, Beirut, Lebanon
Umat Muslim diwajibkan berpuasa selama bulan Ramadhan, dengan menghindari makan dan minum dari fajar sampai senja. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang bekerja pada bisnis makanan?
Ahmed Daaji, seorang koki top asal Lebanon. Dia bekerja sepanjang hari di sebuah restoran dan harus menyediakan berbagai menu berbuka untuk 300 orang setiap hari. Tentu pekerjaan ini tidaklah mudah untuk dijalani, dia harus menggunakan insting dan keahliannya untuk memastikan masakannya memiliki rasa yang sesuai. Bahkan, dia harus menjadi orang terakhir yang merasakan masakan yang diolahnya saat berbuka puasa sehingga masakannya betul-betul matang dan nikmat sempurna.
Ali Gattoufi, Relawan Muslim dari Paris, Perancis
Perancis adalah rumah bagi komunitas Muslim terbesar di Eropa. Namun negara ini juga mengalami peningkatan insiden anti-Muslim, serta serangan oleh ekstrimis Islam. Sebab itu masyarakat di Perancis berharap, Ramadhan menjadi momen untuk perdamaian.
Seperti yang dilakukan sekelompok Muslim di Paris dimana Ali Gattoufi terlibat di dalamnya. Relawan mengorganisir kegiatan amal dengan menyiapkan menu berbuka puasa untuk lingkungannya. Ini untuk mengembalikan citra Islam di antara warga Perancis.
Pemain Kriket Moeen Ali di Birmingham, Inggris
Bulan Ramadhan bukanlah hambatan bagi seseorang untuk tidak melakukan olah raga. Adalah Moeen Ali, seorang atlet kriket yang mengaku pengalaman bertanding saat bulan puasa tidaklah menjadi hambatan baginya. Ali mengatakan, puasa tidak mempengaruhi kinerjanya di lapangan. Meskipun harus menjalani puasa selama 19 jam. Itu karena dia berpikir Ramadhan merupakan berkah, yang diberikan kepada Umat Muslim. Di bulan ini, dia memanfaatkan untuk berdoa. Meski dia mengaku berpuasa juga tidak mudah.
https://www.1001inspirasiramadhan.com/article/ibadah/kisah-tokoh-muslim-dari-berbagai-negara-saat-berpuasa
↻Tiba-tiba saja terfikir suatu hal, yaitu umur manusia. Saya bertanya pada diri saya sendiri, bagaimana kalo saya tahu bahwa umur saya hanya sampai umur 25 tahun, atau 35 tahun, atau 5 hari lagi. saya terpikir banyak hal yang akan saya lakukan. Saya tertarik untuk berbagi kisah ini pada saudara2 pembaca blog ini. semoga kita bisa diskusi dan mendapat banyak manfaat.
jika anda tahu sisa umur anda tinggal 1 tahun, apa saja yang akan anda lakukan untuk mengisi sisa umur itu?
mungkin sebagian akan menjawab:
bersenang-senang
jalan-jalan ke tempat indah yang belum didatangi
makan sepuasnya setiap hari
segera nikah
dll
mungkin sebagian orang yang lain memilih:
memperbanyak ibadah shalat dan dzikir
memperbanyak sedekah
memperbanyak silaturahim
bekerja lebih giat
memberikan hak keluarga dan orang-orang disekitarnya
dll
kenapa dua kelompok kegiatan tersebut begitu berbeda dan seolah bertolak belakang?
Saudaraku, salah satu hikmah besar dirahasiakannya bilangan umur kita adalah agar kita tidak tahu kapan kita mati. ketika kita tidak tahu kapan kita akan mati, pada dasarnya kita akan merasa setiap saat bisa jadi ajal kita, maka kita akan selalu berhati-hati dengan tindakan kita. Kita tidak akan tahu kapan kita akan mati. apakah saat remaja? ataukah saat kita sudah tua? dan kita tidak tahu kapan pastinya kita akan mati. apakah hari ini? atau besok? dan kita tidak tahu bagaimana kita akan mati. apakah saat tidur? apakah saat berkendaraan? ataukah ketika kita sedang membaca Al Quran?
Seandainya ALLAH menghendaki semua manusia mengetahui kapan ia mati, dimana ia mati, dan kapan ia mati, akankah kehidupan dunia ini dihiasi kebaikan demi kebaikan? saya rasa tidak.
kemungkinan yang bisa kita bayangkan:
sedikit manusia selalu menghiasi umur dengan ibadah
lebih banyak manusia terus menerus berbuat dosa hingga akhir hayatnya
jauh lebih banyak lagi manusia terus berbuat dosa hingga sedikit sisa umurnya ia bertaubat
Saya rasa jenis ketiga akan mendominasi isi dunia. orang-orang seperti ini selalu berfikir bahwa masih ada waktu untuk bertaubat. Dalam kondisi seperti ini, bisa jadi dunia ini didominasi kejahatan dan kriminalitas, maksiat, hedonis, dan sejenisnya.
Maka segala puji bagi ALLAH Yang Maha Sempurna perhitungannya. ALLAH sangat memahami betapa manusia senantiasa berada antara kecenderungan yang baik dan yang buruk (QS Asy-Syams: 8), maka ia menyelamatkan manusia dari fitrahnya tersebut, dengan jalan menjadikan umur sebagai hal ghaib yang tidak diketahui manusia. untuk apa? agar manusia selalu berhati-hati dalam hidupnya, dan agar manusia selalu berada dalam kebaikan.
http://ceritapenyejukhati.blogspot.co.id/p/pengetahuan-tentang-islam.html
✍ Asy Syeikh Al Utsaimin rohimahullah:
Ⓜ Pada kesempatan ini aku ingin menyampaikan bahwa gerakan gerakan didalam sholat terbagi menjadi 5 macam: gerakan yang wajib, gerakan yang sunnah, gerakan yang makruh, gerakan yang harom, gerakan yang mubah.
🏹📪 Adapun gerakan yang wajib, yaitu gerakan yang mengahruskan seseorang melakukan perkara yang wajib, seperti seseorang ketika sedang sholat kemudian dia ingat pada imamahnya ada najisnya, maka pada keadaan yang demikian ini dia harus melepas imamahnya, ini adalah gerakan yang wajib.
🍥 Dalilnya bahwa Nabi Shollallahu alaihi wa sallam ketika sholat didatangi oleh Jibril, kemudian Jibril mengabarkan kepada Beliau sholallahu alaihi wa sallam bahwa pada sandal beliau ada kotorannya, maka beliau shollallahu alaihi wa sallam melepas kedua sandalnya di pertengahan sholat kemudian beliau melanjutkan sholatnya.
🍥 Ini adalah gerakan yang wajib, qoidahnya adalah: gerakan yang wajib adalah gerakan mengharuskan melaksanakan perkara yang wajib atau meninggalkan sesuatu yang harom.
🏹📪 Gerakan yang sunnah, yaitu gerakan untuk melakukan perkara yang sifatnya sunnah, seperti bergerak mendekat kepada sof tetangganya untuk menutup celah yang kosong, ini adalah gerakan yang sunnah.
🏹📪 Gerakan yang makruh, yaitu gerakan yang tidak perlu dan tidak ada kaitannya dengan kesempurnaan sholat.
🏹📪 Gerakan yang harom, yaitu gerakan yang banyak dan berulang ulang, seperti seseorang ketika berdiri dia melakukan gerakan gerakan yang sia sia, demikian pula ketika ruku', sujud, ketika duduk, dia terus melakukan gerakan gerakan yang sia sia ini sehingga dia tidak seperti orang yang sedang sholat, maka ini gerakan yang harom karena akan membatalkan sholatnya.
🏹📪 Gerakan yang mubah, yaitu selain dari gerakan gerakan diatas, seperti seseorang menggaruk gatal pada tubuhnya, atau imamahnya turun ke matanya sehingga dia menganggkatnya, atau ada seseorang yang minta izin kepadanya kemudian dia mengangkat tangannya untuk memberikan izin kepada orang itu, maka ini adalah gerakan yang mubah/boleh.
••••••••••••••••••••••••••
📥 Sumber: Fatawa Arkanil Islam 341-342
💾 Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama
📑 Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy
Assalamualaikum
Mari terus berbuat baik
Berniat untuk baik
Berkata yang baik- baik
Memberi nasehat yg baik
Share yang baik- baik
Tulis yang baik- baik
Mestipun tidak banyak yang mengenalimu
Dan menyukai nasehatmu
Jadilah seperti JANTUNG
yang tidak terlihat tetapi terus berdenyut
Sehingga kita terus dapat hidup...
Berkarya dan menyebarkan manfaat
Bagi orang- orang disekeliling kita
Sampai hembusan nafas terakhir.
Sahabat yg ku sayangi
Teruslah berbuat baik
Laksanakan yg baik- baik
Semoga Allah meberi jalan yg terbaik
Dan mati dalam keadaan baik( Husnul Khatimah) ⟳
"cukup, sabar ku ada batas nya !!"
Mungkin
Ukhti pernah berkata seperti itu. Ungkapan emosional seperti itu memang
wajar tapi bisa jadi anggapan ini salah jika dipahami, sebab sabar
tidak ada batasnya.
Kalaupun ada, adakah tolak ukur dari sabar?
Sabar memang merupakan bahasan klasik tapi sampai saat ini masih banyak yang belum bisa mengendalikan diri melalui rasa sabar.
Ash-Shabr
(sabar) secara bahasa artinya al-habsu (menahan), dan diantara contoh
yang menunjukkan pengertiannya secara bahasa adalah pada ucapan: “qutila
shabran” yaitu dia terbunuh dalam keadaan ditahan dan ditawan.
Sedangkan secara syari’at adalah menahan diri atas tiga perkara,
~ dalam mentaati Allah,
~ dari hal-hal yang Allah haramkan,
~ terhadap taqdir Allah yang menyakitkan.
Banyak Firman Allah yang membahas mengenai baiknya rasa sabar. Berikut ayat-ayatnya,
Allah Ta’ala berfirman,
.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
.
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.”
(QS. Ali ‘Imran : 200)
Dan juga Allah Ta’ala berfirman,
.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al - Baqarah:155)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
(QS. Az - Zumar : 10)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
.
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ
.
“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy - Syuuraa : 43)
Dan Allah Ta’ala berfirman,
.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al - Baqarah : 153)
Dan Allah Ta’ala berfirman,
.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ
.
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.”
(QS. Muhammad : 31)
Sungguh
beruntunglah bagi mereka yang memiliki kesabaran sebagaimana yang islam
ajarkan. Ketahuilah, bahwa yang membatasi kesabaran itu reaksi dari
pengertian dan keputusan kita dalam menyikapi berbagai persoalan. Sabar
pun tidak hanya sebatas berdiam diri tapi lebih ke pengendalian diri
atau menahan diri dari reaksi yang menimbulkan dampak buruk.
"Gunung Grenggeng terletak di Dusun Setonokunci Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawah Tengah. Untuk menemukan tidak terlalu sulit, yaitu 3 kilo kearah barat dari Kota Karanganyar, tepatnya di pasar Kemit dari sini Anda berjalan ke arah Utara kurang lebih 2 kilo maka sampailah di Gununug Grenggeng.
Di situ ada beberapa makam yang salah satunya adalah Eyang Syeh Baribin. Eyang Syeh Baribin ini adalah anak dari Brawijaya IV. Konon dahulu semasa hidupnya Eyang Syeh ini termasuk orang sakti dan selalu menolong orang kesusahan, membela kebenaran dan menentang kejahatan. Dia wafat mayatnya menimbulkan bau yang sangat harum, mayat Eyang Syeh Baribin menjadi rebutan orang banyak.
Pada saat mayat tersebut akan dicuri oleh sekelompok orang tiba- tiba terdengar
suara gaib yang mengumandang yang dalam jawa “gumrenggeng” sehingga masyarakat
dapat mengetahui pencurian tersebut dan berhasil digagalkan, maka untuk
mengenang peristiwa ini daerah tersebut dinamakan Gunung Grenggeng. Warga
Grenggeng biasa menyebut nama Eyang Syeh Baribin sebutan Mbah Grenggeng, dan
sampai saat ini dipercaya warga Grenggeng membawa berkah dan juga melindungi
Grenggeng dari musibah.
Konon menurut penuturan Juru Kunci makan Gunung yaitu Bapak Ramelan yang
beralamatkan di Setono Kunci, Grengggeng, Karanganyar, Kebumen, bahwa Syeh
mempunyai dua peliharaan yaitu burung perkutut dan burung dara Burung dara ini
sangat ditakuti oleh warga desa terutama bila burung tersebut terbang pada saat
sore hari Karena hal ini adalah merupakan suatu peringatan dari Eyang Baribin
atau Mbah Grenggeng bahwa akan datang suatu yang menimpa Desa Grenggeng, supaya
masyarakat Grenggeng berlaku lebih hati-hati dan selalu berdoa kepada SWT.
Sampai saat ini masih banyak orang yang berkunjung ke Eyang Syeh Baribin, baik itu dari masyarakat Grenggeng maupun dari luar Kota Kebumen. Kebanyakan dari mereka ngalap berkah supaya dimudahkan dalam rezeki, kedudukan jabatannya cepat naik, dan sebagainya. Tidak sedikit pula para pengunjung yang memang sengaja untuk mencari peliharaan Eyang Syeh Baribin. Yang konon kabarnya barang bisa bertemu dan apalagi bisa membawa pulang burung tersebut maka segala keinginannya di dunia akan terpenuhi Sampai saat ini memang ada beberapa orang pengunjung pernah bertemu dengan burung perkutut peliharaan Eyang Baribin dan terbukti mereka telah berhasil dalam hidupnya. Tetapi yang sampai membawa pulang burung tersebut sampai ini belum ada sehingga burung tersebut sampai sekarang ada di Gunung Grenggeng. ( Sumber : Ilmu Warisan Leluhur)
Pada hari kiamat nanti…
akan ada manusia-manusia yang terkejut dengan catatan amal buruknya (sayyiah) yang sangat besar,
padahal…
dia tidak merasa mengerjakan dosa besar ,
tetapi ternyata….
ditulis untuknya keburukan sebesar gunung.
Dari manakah datangnya?
Sesungguhnya ia adalah…
DOSA JARIYAH
Apakah itu dosa Jariyah?
Apabila seseorang menjadi penyebab orang lain melakukan maksiat, ATAU…
menyebarkan kemaksiatan… ATAU…
memudahkan orang lain untuk berbuat dosa, ATAU…
mengerjakan amalan yang bertentangan dengan syariat, dan diikuti oleh orang lain.
MAKA….
baginya dosanya dan dosa orang-orang yang mengikutinya sampai hari kiamat nanti!
Allah Berfirman :
وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ
بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ
النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ
” Agar mereka memikul dosa-dosa mereka secara sempurna pada hari kiamat dan dosa-dosa orang- orang yang mereka sesatkan tanpa ilmu. Sungguh sangat buruklah apa yang mereka pikul” (Al Ankabuut : 25)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
أَيُّمَا دَاعٍ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ فَاتُّبِعَ فَإِنَّ لَهُ مِثْلَ
أَوْزَارِ مَنِ اتَّبَعَهُ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَرِِهِمْ شَيْئًا
” Siapa saja yang menyeru kepada kesesatan kemudian ia diikuti, maka baginya dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka (orang-orang yang mengikutinya) sedikitpun.”
(Hadist Riwayat Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Al Albani)
Dan yang termasuk dosa jariyah diantaranya :
Menyebarkan syubhat-syubhat dan pemikiran yang merusak
Menyebarkan gambar-gambar yang tak pantas
Menyebarkan lagu dan musik
Menyebarkan video yang mengandung hal-hal yang haram
dan masih banyak lagi
Hal-hal di atas akan menjadi dosa yang terus ditulis bagi pelakunya, walaupun ia telah masuk dalam kuburnya
Sungguh malang….
ia telah terputus dari kenikmatan dunia
akan tetapi dosanya terus mengalir dan menumpuk sampai datangnya hisab pada hari kiamat!
KHASYYATULLAH, SISTEM PERTAHANAN JIWA DARI DOSA
"Sebagaiama manusia yang memiliki antibodi (sistem pertahanan tubuh) yang bertugas melawan bakteri, virus, parasit, dan lain sebagainya yang dapat mengancam kelangsungan hidup jasmani, maka seorang muslim juga memiliki sistem pertahanan lain, yang berfungsi membentengi dirinya dari dosa dan maksiat. Sistem pertahanan itu bernama khasyatullah, rasa takut kepada Allah. Rasa takut itulah yang menjadikannya gentar untuk menerjang larangan-larangan Rabbnya. Takut itu pula yang membisikkan pada hatinya untuk urung mengeksekusi niatan-niatan buruk yang sudah ia rencanakan. Takut itu pula yang meluapi relung hatinya dengan perasaan selalu diawasi oleh Sang Pencipta. Takut itu pula yang menyesaki jiwanya dengan kesadaran bahwa tidak ada satupun yang terluput dari penglihatan Rabbnya.
Ada kalanya sistem pertahanan tubuh tadi rapuh, sehingga penyakit datang menjangkiti. Pun demikian halnya dengan sistem pertahanan jiwa diatas, ada saat dimana ia rapuh disebabkan iman manusia yang fluktuatif, adakalanya ia melemah sehingga khasyyatullah memudar. Maka disaat itulah tameng dosa menjadi rapuh, sehingga diri dikuasai setan dan nafsu, kemudian terjatuh dalam dosa dan kesalahan. Disamping iman yang lemah ada sebab-sebab lain yang dapat melemahkan sistem pertahanan jiwa dari dosa seperti cinta dunia, lalai, teman yang buruk, dan meremehkan kewajiban.
Namun Alhamdulillah… Sebagaimana antibodi manusia bisa diperkuat dengan pola hidup sehat dan asupan makanan yang bergizi. Khasyyatullah pun bisa kita tingkatkan dengan beberapa faktor, diantaranya :
①. Berdzikir.
Allah ta’ala berfirman,
الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ
“Dan mereka (orang-orang yang beriman) apabila disebut nama Allah, maka takutlah hati mereka”
②. Menjiwai Ilmu
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
“Hanya ulama (orang-orang yang berilmu) saja yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya dan Allah Maha Perkasa lagi Pengampun”.
Ibnu Katsir menafsirkan,
“Semakin sempurna pengetahuan seseorang terhadap Dzat Yang Maha Agung, maka akan semakin besar rasa takut hamba tersebut kepada-Nya.”
Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Inti dari ilmu adalah khasyyatullah, rasa takut kepada Allah.”
③. Membayangkan pedihnya siksa Allah bagi hambanya yang durhaka.
Allah ta’ala berfirman,
وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شديد
“Dan begitulah siksa Tuhanmu terhadap pemukiman-pemukiman yang zalim. Sungguh siska-Nya pedih lagi kuat.”
④. Mengingat kematian.
Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,”Perbanyaklah mengingat sang Penghancur Kelezatan (kematian).”
Terakhir.. Jangan lupa memperbanyak doa yang selalu dibaca oleh nabi setiap beranjak dari majelis.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi disebutkan bahwa sudah menjadi kebiasaan Nabi shallallahu’alaihiwasallam apabila beranjak dari sebuah majelis, Beliau berdoa untuk para sahabat yang hadir :
اللَّهمَّ اقسِم لَنا من خشيتِكَ ما يَحولُ بينَنا وبينَ معاصيكَ ، ومن طاعتِكَ ما تبلِّغُنا بِهِ جنَّتَكَ ، ومنَ اليقينِ ما تُهَوِّنُ بِهِ علَينا مُصيباتِ الدُّنيا
Ya Allah bagikan kepada kami rasa takut kepadamu, yang membentengi kami dari bermaksiat kepadamu. (Dan juga bagikan kepada kami) ketaatan, yang dengannya Engkau mengantarkan kami pada surga-Mu. (Dan juga bagikan kepada kami) keyakinan, yang dengannya Engkau ringankan atas kami musibah-musibah di dunia.”
Amiin..
Oleh Ustadz Aan Chandra Thalib,http://madinatulquran.or.id/"Habib Salim termasuk ulama yang hidup pada abad ke-14 hijriah yang mendapatkan julukan al-musnid. Hal ini disampaikan oleh Yusuf al-Mar’asyli, Guru Besar Hadis dan Fikih di Universitas Islam Beirut, Libanon, dalam karyanya Natsrul Jawahir wad Durar fi Ulamail Qarnir Rabi’ ‘Asyar. Al-Musnid adalah julukan bagi ulama yang meriwayatkan hadis beserta sanadnya yang didapatkan dari gurunya hingga sampai ke Rasulullah.
Ulama yang juga dikenal sebagai penghafal banyak hadis ini kecil memulai pendidikannya secara formal di Madrasah Al-Khairiyah, Surabaya. Setelah itu, Habib Salim melanjutkan studinya ke Yaman, Mekah, dan negara Timur Tengah lainnya. Habib yang lahir pada tahun 1906 (1324 H) ini dikenal juga sebagai ulama yang produktif dalam menulis dan mempunyai banyak koleksi kitab yang tidak dimiliki ulama pada masanya.
Di era digital seperti saat ini, siapa pun mudah untuk memiliki koleksi kitab yang berjumlah ribuan bahkan jutaan. Al-Maktabah al-Syamilah di antara software yang mengoleksi banyak kitab berbahasa Arab dalam berbagai bidang keilmuan. Belum lagi kitab-kitab berbahasa Arab berbentuk pdf yang bebas diunduh di berbagai situs Arab, seperti Waqfeya dan Al-Mostafa. Oleh karena itu, memiliki kitab dengan jumlah yang fantastis saat ini bukanlah suatu yang mengherankan. Ini berbeda di zaman dulu yang mana teknologi belum berkembang.
Beberapa karya ulama yang wafat pada tahun 1969 (1389 H) ini berhasil didigitalisasi oleh Lektur Kementerian Agama jumlahnya cukup banyak dan terdiri dari beberapa bidang keilmuan, di antaranya sejarah, hadis dan ilmu hadis, dan hukum. Koleksi kitab tersebut semuanya berbahasa Arab dan didapatkan dari keturunan Habib Salim, Habib Ahmad, yang kini mengasuh Pesantren Al-Fachriyah, Tangerang, Banten.
Karya Habib Salim Bidang Sejarah
As-Syawarikh fi Nuktatit Tawarikh (kitab sejarah)
Man Hum ar-Rafidhah (syiah Rafidhah)
Al-Awraq al-Ashliyyah min Fawaid as-Sayyid Salim bin Jindan (kitab nasab)
Bahjatul ‘Alim fi dzikri man ismuhu Salim (kumpulan ulama yang bernama Salim)
Ad-Dur wal Yaqut fi Buyutat ‘Arab al-Muhjar wa Hadhramaut (sejarah kabilah Arab Muhjar dan Hadramaut)
Kasyfun Niqab ‘an Ghawamidil Alqab (julukan-julukan kabilah Arab)
Syifaus Shadr fi Manaqib Ashab Badr (biografi sahabat yang ikut perang Badar)
At-Tahdzib fil Ansab wal Akhbar wa Ulut Ta’rib (buku tentang nasab)
Fadhailul Yaman wa Quthriha (keutamaan negeri Yaman), Majami’ut Turab fi Fadhailil ‘Arab (keutamaan bangsa Arab)
Al-Jawahir an-Naqiyyah fi man ismuha Ruqayyah (kumpulan nama Ruqayyah)
Tajul Banat fi Tarikh Inat (sejarah desa Inat)
Fawatihur Rahmut fi Mahasin Hadhramaut (keindahan kota Hadramaut)
Qutfuts tsamar fi Manaqib as-Syeikh Abi Bakar (biografi Syekh Abu Bakar, kakek moyang Habib Salim)
Az-Zahrah al-Bahirah Dzil Jannat fi Manaqibis Syekh Abi Bakar (biografi kakek moyang Habib Salim, Habib Abu Bakar)
Naqsyut Tabut fi Man Halla minas Shahabat bi Wadi Hadhramaut (sahabat Nabi yang pernah berada di Hadramaut)
Ihyaul Mayyit bi Fadhail Ahlil Bait (keutamaan Ahli Bait)
Al-Lawami’ al-Bayyinat fi Dzkiri man Wafada ila ‘Inat (Murid Syekh Abu Bakar di desa Inat)
Bughyatul Kafif ni Nasabi Ali ‘Afif (nasab keluarga Afif)
Bidang Hadis dan Ilmu Hadis
As-Shaharij al-Lu’luiyyah fil Musalsalat al-‘Alawiyyah (hadis musalsal yang diriwayatkan keluarga Alawi)
Targhibul ‘Amal bis Sunnah wa Tarhib man Tarakah (anjuran melakukan Sunah Nabi)
‘Umdatul ‘Ukaf fi Marwiyyatis Sadat al-Kaf (sanad Hadis riwayat keluarga Al-Kaf)
At-Tijan al-Marshu’ah fil Ahadits al-Maudhu’ah (hadis-hadis palsu)
As-sahm ar-Rami ‘ala Munkarin nasab al-Fathim (argumen terhadap pembantah nasab Fatimah putri Nabi)
Al-Rasail al-Jindaniyyat (kumpulan beberapa kitab hadis)
Majmu’ul Masanid wal Ijza al-Masmu’ah li Ahlil Bait (kumpulan sanad hadis riwayat Ahlul Bait)
Manba’ul ‘Uyun (sanad-sanad keilmuan habib Salim)
Raudhatul Wildan fi Tatsabbut Ibni Jindan (guru-guru Habib Salim)
‘Uddatul Luffazh bi Dzaili Thabaqatil Huffazh (biografi ulama-ulama hadis)
al-Masyikhah al-Wustha al-Musammah Durratul Hijal fi Masyahir ar-Rijal (biografi guru-guru Habib Salim)
Al-Ibanah fi Tarikh as-Sunnah (sejarah Hadis Nabi)
Raihanul Jinan fi Tsabati Ibni Jindan (kumpulan hadis yang diriwayatkan dari guru Habib Salim)
Al-Hiqdul Mukallal fi Hadits ‘Asyura al-Musalsal (hadis musalsal mengenai hari Asyura)
Bidang Hukum
At-Ta’zir ‘alal Qail bi Thaharatil Khinzir (bantahan terhadap pendapat babi itu suci)
Al-Ilmam bi Ma’rifatil Fatawa wal Ahkam (fatwa-fatwa hukum Islam)
Targhib al-Musytaq fi Masailit Thalaq (fikih talak)
Bidang Dakwah
Majmu’ Mudzakirat al-Habib Salim (kumpulan ceramah Habib Salim)
Kalam Sayyidil Habib Al-‘Arif Billah Aidrus (nasihat Habib Aidrus bin Umar al-Habsyi)
Fatwa Kopiah Hitam
Habib Salim bin Jindan menulis salah satu karya Al-Ilmam bi Ma’rifatil Fatawa wal Ahkam yang berisi tentang kumpulan fatwa-fatwa hukum Islam yang terjadi di masanya. Dalam pendahuluan kitab ini, Habib Salim mengungkapkan bahwa keterbatasan mengakses majalah-majalah berbahasa Arab yang berada di dunia Arab mengenai kumpulan fatwa mendorong dirinya untuk menulis kitab tersebut. Fatwa-fatwa yang dikumpulkan oleh Habib Salim di antaranya dikutip dari pendapat-pendapat ulama Al-Azhar, Mesir, yang terdapat di majalah Nurul Islam, Al-Ahram, Al-Balagh, dan lain sebagainya, dan tentu pendapat pribadi Habib Salim.
Salah satu fatwa yang ditanyakan kepada Habib Salim itu mengenai kopiah hitam. Pada masa itu, sebagaian ulama Jawa dan Melayu melarang keras masyarakat mengenakan pakaian yang serba hitam, termasuk kopiah hitam. Penggunaan kopiah hitam dan pakaian hitam setiap saat dianggap makruh oleh sebagian ulama Jawa. Bahkan konon kemakruhan tersebut telah disepakati oleh sebagian ulama itu. Pendapat ini pun dibantah oleh Habib Salim. Ada kemungkinan fatwa makruh mengenakan kopiah hitam itu susupan dari penjajah yang sudah mengakar pada waktu itu. Pasalnya, kopiah hitam pada waktu itu adalah simbol pergerakan dan nasionalisme.
Menurut beliau, berpakaian itu adalah bagian dari kebudayaan dan tradisi masyarakat yang masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda. Pendapat mengenai makruhnya mengenakan kopiah hitam adalah suatu yang berlebihan, sama seperti fanatisme di masa jahiliyah. Karena beliau ahli Hadis, fatwa mengenai kopiah hitam ini dijawab dengan beberapa hadis dan sejarah. Bahkan Habib Salim menganggap sunah memakai kopiah hitam.
Dengan mengutip beberapa hadis, Habib Salim menyebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah mengenakan serban dan jubah hitam pada saat perang Khaibar (HR Ibnu Abi Syaibah). Selain itu, Rasulullah Saw. juga pernah mengenakan serban hitam saat khutbah pemebasan kota Mekah (HR Bukhari). Selain itu, pada masa kekhilafahan Abbasiyah, simbol resmi kenegaraan juga menggunakaan warna hitam. Seluruh pejabat negara masa itu mengenakan warna hitam dalam acara resmi kenegaraan maupun bukan. Habib Salim pun merekomendasikan satu kitab karya Imam Suyuthi yang berjudul Tsaljul Fuad fi Ahadits Lubsis Sawad (hadis-hadis mengenai mengenakan pakaian hitam). (ihs)
Abu Raihan Al-Biruni (Khawarazmi, Turkmenistan, Persia, 15 September 973 – 13 Desember 1048)
Meneliti: matematika, astronomi (determined Earth’s circumference), fisika, ensiklopedia, filsafat, sejarah, obat-obatan, farmasi.
Merupakan matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi dan guru, yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat, obat-obatan.
Abu Raihan Al-Biruni dilahirkan di Khawarazmi, Turkmenistan atau Khiva di kawasan Danau Aral di Asia Tengah yang pada masa itu terletak dalam kekaisaran Persia. Dia belajar matematika dan pengkajian bintang dari Abu Nashr Mansur.
Abu Raihan Al-Biruni merupakan teman filsuf dan ahli obat-obatan Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina/Ibnu Sina, sejarawan, filsuf, dan pakar etik Ibnu Miskawaih, di universitas dan pusat sains yang didirikan oleh putera Abu Al Abbas Ma’mun Khawarazmshah. Dia lahir 15 September 973 dan meninggal 13 Desember 1048. Bidang lain: Astronomy, Mathematics, determined Earth’s circumference.
https://islamislogic.wordpress.com/100-ilmuwan-muslim/
Di dalam Al-Quran Allah berfirman:
وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
Artinya: “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS Al-Anfal [8]: 30).
Imam Ahmad menguraikan berkenaan dengan firman Allah tersebut, berkaitan dengan orang-orang kafir Quraisy yang tengah menggelar pertemuan di Makkah, dengan satu tujuan hendak menangkap, memenjarakan, atau membunuh atau mengusir Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Mereka gelisah dan ketakutan dengan dakwah Nabi yang makin hari makin banyak orang bersimpati bahkan bergabung ke dalam ajarannya, Al-Islam. Ajaran yang mengajarkan agar menyembah, beribadah, berhukum, berpemimpin dan setia hanya kepada Allah robbul ‘alamin.
Ya, dakwah yang sangat fenomenal sepanjang 13 tahun di Mekkah, telah memberikan pengaruh sangat besar hari demi hari di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan para pemuda.
Para pejabat, pembesar, tokoh di kota Mekkah pun melakukan rapat gabungan untuk mengantisipasi pesatnya perkembangan dakwah Islam. Dalam rapat tersebut telah diketengahkan tiga rencana; pertama menjebloskan Nabi ke dalam penjara. Kedua, mengucilkan Nabi jauh dari kota Mekkah. Dan ketiga, membunuh Nabi. Akhirnya dipilih rencana ketiga untuk membunuh Nabi.
Pada ayat lain Allah menyebutnya dengan:وَإِنْ كَادُوا لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ الأرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا وَإِذًا لَا يَلْبَثُونَ خِلافَكَ إِلا قَلِيلا
Artinya: “Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekkah) untuk mengusirmu darinya; dan kalau terjadi demikian, niscaya-sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja”. (QS Al-Isra [17]: 76).
Pada saat itu juga, Fatimah puteri Nabi, masuk menemui Nabi, yang juga ayahnya, seraya menangis. Maka Nabi bertanya, “Wahai puteriku, apakah yang menyebabkan engkau menangis?” Fatimah menjawab, “Wahai ayahku, bagaimana aku tidak menangis, sedangkan golongan orang-orang yang terkemuka dari kabilah Quraisy telah membuat perjanjian atas nama Lata, Uzza, dan Manat di Hijir, bahwa seandainya mereka melihatmu, maka mereka akan bersama-sama bangkit ke arahmu untuk membunuhmu secara beramai-ramai. Tidak ada seorang pun dari mereka melainkan telah mengenali bagiannya dari darahmu.”
Beliau pun kemudian meminta kepada puterinya, “Ambilkanlah air wudhu untukku.” Lalu Rasulullah berwudhu, kemudian keluar menuju masjid.
Ketika mereka orang-orang kafir Quraisy melihat Nabi, mereka serentak berteriak, “Ini dia orangnya!”
Namun dengan serta merta kepala mereka tiba-tiba tertunduk dan mereka tidak dapat mengangkat pandangannya.
Lalu Rasulullah mengambil segenggam pasir dan menaburkannya di atas kepala mereka seraya bersabda, “Semoga wajah-wajah ini kelilipan.”
Maka, kelak pada Perang Badar setelah Nabi hijrah ke Madinah, tiada seorang lelaki pun dari mereka yang terkena oleh pasir itu, melainkan tewas di medan tempur Perang Badar dalam keadaan kafir.
Allah pasti sangat mengetahui hal itu, dan memperlihatkan kepada Nabi-Nya tercinta atas hal itu. Maka Ali bin Abi Thalib ditugasi Nabi untuk tidur di tempat tidur Nabi sementara beliau keluar rumah.
Lalu beliau keluar sendirian melewati kaum Musyrik yang telah berada di depan pintu rumahnya. Nabi pun atas perintah Allah, menebarkan pasir kepada mereka, dan seketika mereka tertidur, kemudian beliau taburkan pasir itu ke atas kepala mereka.
Mereka tidak dapat melihatnya karena Allah telah menutupi mata mereka dari Nabi-Nya hingga mereka tidak dapat melihatnya.
Nabi saat itu membaca firman-Nya, Surat Yaasiin ayat 1-9:
يسٓ (١) وَٱلۡقُرۡءَانِ ٱلۡحَكِيمِ (٢) إِنَّكَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ (٣) عَلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ۬ (٤) تَنزِيلَ ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ (٥) لِتُنذِرَ قَوۡمً۬ا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمۡ فَهُمۡ غَـٰفِلُونَ (٦) لَقَدۡ حَقَّ ٱلۡقَوۡلُ عَلَىٰٓ أَكۡثَرِهِمۡ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ (٧) إِنَّا جَعَلۡنَا فِىٓ أَعۡنَـٰقِهِمۡ أَغۡلَـٰلاً۬ فَهِىَ إِلَى ٱلۡأَذۡقَانِ فَهُم مُّقۡمَحُونَ (٨) وَجَعَلۡنَا مِنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيہِمۡ سَدًّ۬ا وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ سَدًّ۬ا فَأَغۡشَيۡنَـٰهُمۡ فَهُمۡ لَا يُبۡصِرُونَ (٩)
Artinya: “Yaa Siin. (1) Demi Al Qur’an yang penuh hikmah, (2) sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul, (3) [yang berada] di atas jalan yang lurus, (4) [sebagai wahyu] yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (5) Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai. (6) Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan [ketentuan Allah] terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman. (7) Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka [diangkat] ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah. (8) Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding [pula], dan Kami tutup [mata] mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. (9). (QS Yasin [36]: 1-9).
Pada saat mereka memasuki pagi hari, mereka menyerbu. Saat mereka melihat Ali, mereka bertanya, “Mana sahabatmu ini?” Ali pun menjawab, “Saya tidak tahu.”
Lalu mereka mengikuti jejak Muhammad yang mereka cari. Setelah mereka sampai di bukit, mereka menjadi kebingungan, lalu mereka menaiki bukit itu dan melewati Goa Tsur. Mereka melihat pada mulut gua itu ada sarang laba-laba. Mereka berkata, “Seandainya Muhammad memasukinya di sini, pastilah sarang laba-laba ini tidak ada.”
Setelah tiga hari tiga malam bersembunyi di dalam Goa Tsur, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam disertai sahabat setianya Abu bakar Ash-Shiddiq melanjutkan perjalanan hijrah ke Madinah.
Lalu, setibanya di Madinah, Allah menurunkan kepadanya surat Al-Anfal ayat 30 tersebut, yang artinya: “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS Al-Anfal [8]: 30).
Dari ayat tersevut paling tidak terdapat dua dua hal besar yang dapat kita ambil pelajarannya.
Pertama, logika, tipu daya, makar, dari para penentang dakwah Allah adalah dengan menebar ancaman penjara, teror dan pengucilan. Sedangkan cara yang dilakukan para Nabi dalam menyebarkand akwahnya adalah dengan mengajar, membina, dan membersihkan jiwa.
Kedua, Allah tidak tidur, “Gusti Allah mboten sare”, kata orang Jawa. Bahwa Allah akan senantiasa melindungi para pengikut jalan kebenaran. Karena itu, barangsiapa yang melakukan konspirasi terhadap mereka kaum Mukminin, terhadap orang-orang shalih, terhadap ulama pewaris para Nabi, maka berarti akan berhadapan dengan Allah. Dan Allah sendiri yang akan membalasnya.
Dan melindungi, menyelamatkan, menolong serta membela orang-orang beriman adalah memang sudah menjadi kewajiban Allah.
Seperti Allah tegaskan di dalam ayat:
ثُمَّ نُنَجِّى رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ كَذَٲلِكَ حَقًّا عَلَيۡنَا نُنجِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ (١٠٣)
Artinya: “Kemudian Kami selamatkan Rasul-Rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman”. (QS Yunus [10]: 103).
Semoga Allah menolong mereka orang-orang beriman yang istiqamah, ikhlas dan bersungguh-sungguh dalam menegakkan agama Allah. Aamiin. (RS2/RS1)
http://mirajnews.com/2017/06/allah-sebaik-baik-pembalas-tipu-daya.html
LAILATUL-QADAR
السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته
بسم اللّٰه الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العلمين
والصلاة والسلام على سيدنا محمد
وعلى اله وصحبه اجمعين
امابعد
Sahabat AD-DU'A yang dirahmati Allah,
Maha
Besar Allah, Tuhan alam semesta, yang telah memerintahkan kepada
hamba-hamba-Nya untuk berpuasa di Bulan Ramadhan. Dengan kemurahan-Nya,
Allah telah menebarkan rahmat, kasih sayang, dan ampunan di bulan suci
ini. Selain itu, sebagai bentuk perwujudan cinta-Nya kepada
hamba-hamba-Nya yang taat, yang istiqamah dalam menjalankan ibadah
selama satu tahun yang puncaknya berada pada ibadah-ibadah mulia di
Bulan Ramadhan, maka Allah akan memilih di antara hamba-hamba-Nya untuk
menerima anugerah agung: LAILATUL-QADAR.
Sahabat, sudah barang
tentu, untuk meraih lailatul-qadar itu tidak mudah; diperlukan
perjuangan yang berat, dengan menghidup-hidupkan malam untuk
qiyamul-lail, tadarus Al-Qur'aan, i'tikaf, berdzikir, dan bershalawat.
Bagi seorang hamba, secara khusus, waktu-waktu yang mulia itu hendaklah
dipergunakan untuk MENGETUK PINTU LANGIT, MENGGAPAI NURULLAH, MENYIBAK
PINTU MAHABBAH.
TAFSIR JALALAIN QS. AL-QADR
إِنَّآ أَنْزَلْنٰهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١)
(1)
"(Sesungguhnya Kami telah menurunkannya) yaitu menurunkan Alquran
seluruhnya secara sekali turun dari lohmahfuz hingga ke langit yang
paling bawah (pada malam kemuliaan) yaitu malam Lailatulkadar, malam
yang penuh dengan kemuliaan dan
kebesaran."
وَمَآ أَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢)
(2)
"(Dan tahukah kamu) Hai Muhammad (apakah malam kemuliaan itu?)
ungkapan ini sebagai pernyataan takjub atas keagungan yang terdapat pada
Lailatulkadar."
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْر (٣)
(3)
"(Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan) yang tidak ada
malam lailatulkadarnya; beramal saleh pada malam itu pahalanya jauh
lebih besar dan lebih baik daripada beramal saleh yang dilakukan selama
seribu bulan yang tidak mengandung malam lailatulkadar."
تَنَزَّلُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِّنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤)
(4)
"(Turunlah malaikat-malaikat) bentuk asal dari lafal Tanazzalu adalah
Tatanazzalu, kemudian salah satu huruf Ta-nya dibuang, sehingga jadilah
Tanazzalu (dan Ar-Ruh) yakni malaikat Jibril (di malam itu) artinya pada
malam kemuliaan/lailatulkadar itu (dengan izin Rabbnya) dengan perintah
dari-Nya (untuk mengatur segala urusan) atau untuk menjalankan
ketetapan Allah buat tahun itu hingga tahun berikutnya, hal ini terjadi
pada malam kemuliaan itu. Huruf Min di sini bermakna Sababiyah atau sama
artinya dengan huruf Ba; yakni mereka turun dengan seizin Rabbnya
dengan membawa segala urusan yang telah menjadi ketetapan-Nya untuk
tahun itu hingga tahun berikutnya."
سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)
(5)
"(Malam itu penuh dengan kesejahteraan) lafal ayat ini sebagai Khabar
Muqaddam atau Khabar yang didahulukan, sedangkan Mubtadanya ialah
(sampai terbit fajar) dapat dibaca Mathla'al Fajri dan Mathla'il Fajri,
artinya hingga waktu fajar. Malam itu dinamakan sebagai malam yang penuh
dengan kesejahteraan, karena para malaikat banyak mengucapkan salam,
yaitu setiap kali melewati seorang mukmin baik laki-laki maupun
perempuan mereka selalu mengucapkan salam kepadanya."
KHABAR:
و
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ كِلَاهُمَا عَنْ
ابْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ ابْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ
عُيَيْنَةَ عَنْ عَبْدَةَ وَعَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ سَمِعَا زِرَّ
بْنَ حُبَيْشٍ يَقُولُا
سَأَلْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ فَقُلْتُ إِنَّ أَخَاكَ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ مَنْ يَقُمْ
الْحَوْلَ يُصِبْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَقَالَ رَحِمَهُ اللَّهُ أَرَادَ
أَنْ لَا يَتَّكِلَ النَّاسُ أَمَا إِنَّهُ قَدْ عَلِمَ أَنَّهَا فِي
رَمَضَانَ وَأَنَّهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ وَأَنَّهَا لَيْلَةُ
سَبْعٍ وَعِشْرِينَ ثُمَّ حَلَفَ لَا يَسْتَثْنِي أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ
وَعِشْرِينَ فَقُلْتُ بِأَيِّ شَيْءٍ تَقُولُ ذَلِكَ يَا أَبَا
الْمُنْذِرِ قَالَ بِالْعَلَامَةِ أَوْ بِالْآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا تَطْلُعُ
يَوْمَئِذٍ لَا شُعَاعَ لَهَا
Dan Telah menceritakan kepada kami
Muhammad bin Hatim dan Ibnu Abu Umar keduanya dari Ibnu Uyainah - Ibnu
Hatim berkata- Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari
Abdah dan Ashim bin Abun Najud keduanya mendengar Zirr bin Hubaisy
berkata, saya bertanya kepada Ubay bin Ka'b radliallahu 'anhu. Saya
katakan, "Sesungguhnya saudaramu Ibnu Mas'ud berkata, 'Barangsiapa yang
menunaikan shalat malam sepanjang tahun, niscaya ia akan mendapatkan
malam Lailatul Qadr.'" Maka Ubay bin Ka'b berkata, "Semoga Allah
merahmatinya. Ia menginginkan agar manusia tidak hanya bertawakkal.
Sesungguhnya ia telah mengetahui bahwa Lailatul Qadr terjadi pada bulan
Ramadlan, yakni dalam sepuluh hari terakhir tepatnya pada malam ke dua
puluh tujuh." kemudian Ubay bin Ka'b bersumpah, bahwa adanya Lailatul
Qadr adalah pada malam ke dua puluh tujuh. Maka saya pun bertanya,
"Dengan landasan apa, Anda mengatakan hal itu ya Abu Mundzir?" Ia
menjawab, "Dengan dasar alamat atau tanda-tanda yang telah dikabarkan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada kami, bahwa di hari itu
matahari terbit dengan pancaran cahaya yang tidak menyengat." (HR.
Muslim: 1999)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ
سُلَيْمَانَ الضُّبَعِيُّ عَنْ كَهْمَسِ بْنِ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ
اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
قُلْتُ يَا رَسُولَ
اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا
أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ
الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Telah
menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Ja'far
bin Sulaiman Adh Dhuba'i dari Kahmas bin Al Hasan dari Abdullah bin
Buraidah dari Aisyah ia berkata; wahai Rasulullah, apabila aku
mengetahui malam apakah lailatul qadr, maka apakah yang aku ucapkan
padanya? Beliau mengatakan: "Ucapkan; ALLAAHUMMA INNAKA 'AFUWWUN
KARIIMUN TUHIBBUL 'AFWA FA'FU 'ANNII (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha
Pemberi ampunan dan Maha Pemurah, Engkau senang memberikan ampunan,
maka ampunilah aku). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan
shahih. (HR. Tirmidzi: 3435)
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ
إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ
عُيَيْنَةَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ
أَبِي يَعْفُورٍ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ صُبَيْحٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ
عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ
وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Telah menceritakan
kepada kami Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali dan Ibnu Abu Umar semuanya
dari Ibnu Uyainah - Ishaq berkata- telah mengabarkan kepada kami Sufyan
bin Uyainah dari Abu Ya'fur dari Muslim bin Shubaih dari Masruq dari
Aisyah radliallahu 'anha, ia berkata; Ketika Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam memasuki sepuluh terakhir (Ramadlan), maka beliau
menghidupkan malam-malamnya (dengan qiyamullail) dan membangunkan
keluarganya serta mengencangkan ikatan kainnya (menjauhi isterinya untuk
lebih konsentrasi beribadah)." (HR. Muslim: 2008)
Wallahul muwaffiq illa aqwamith-thariq.
Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
"Dengan melihat fisiknya yang sangat kecil, al-Quran Istanbul tidak mungkin bisa dibaca. Saya pernah memegang langsung, dan ukurannya sangat kecil. Seukuran jempol orang dewasa. Kalaupun mau dibaca, harus menggunakan lup. Dan tidak wajar orang membaca al-Quran pakai lup. Jangankan pakai lup, al-Quran besar saja jarang dibaca.
Memahami hal ini, pemilik al-Quran istanbul tidak akan menggunakan al-Quran itu sebagai bacaan. Lalu mengapa dia rela membelinya? Di internet, ada yang menawarkan dari harta 500rb hingga 5 jutaan. Bahkan ada yang sampai puluhan juta… laa haula wa laa quwwata illa billaah… apa daya tarik al-Quran kecil ini, hingga dijual dengan harga sangat mahal. Padahal di yufidstore.com, al-Quran ukuran normal dijual dengan harga di bawah 100rb.
Tentu saja, daya tariknya bukan sebatas untuk dibaca, tapi karena al-Quran Istanbul diyakini punya khasiat.
Ada salah satu situs yang mengajarkan klenik, menyebutkan beberapa khasiat al-Quran Istanbul,
“apabila di bawa atau di pegang dalam keadaan suci hadats besar, kecil dan membaca amalan kuncinya maka Alloh akan menolong orang tersebut. Apabila di bakar maka tidak merasakan panasnya api, di rendam dalam air tidak akan basah bahkan rambut tidak akan putus bila di potong dan senjata musuh tidak mempan dan mengenainya.”
Subhanallah… sejak kapan Allah turunkan al-Quran untuk dijadikan jimat?. Karena itulah, dalam rangka memuliakan al-Quran istanbul, mereka membuat istilah yang berbeda untuk transaksinya. Pembayarannya mereka istilahkan dengan mahar…
Apakah Betul itu Tulisan al-Qur’an?
Ketika saya menulis ini, di samping saya ada al-Quran Istanbul, pemberian salah satu jamaah. Katanya itu peninggalan dari ibunya yang sudah meninggal. Saya mencoba buka dan saya periksa, memang betul yang tertulis adalah al-Quran. Saya membuka bagian akhir, juz amma, dan tertulis sebagaimana yang kita hafal.
Saya tidak tahu untuk cetakan yang lain… dan kemungkinan besar sama.
Pelanggaran Terhadap al-Quran Istanbul
Setidaknya ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh mereka yang memanfaatkan al-Quran Istanbul untuk hal yang dilarang,
[1] Penyalah gunaan al-Quran
Allah turunkan al-Quran kepada manusia untuk dijadikan sebagai petunjuk. Dan manfaat itu hanya bisa didapatkan, jika seseorang mempelajarinya.
Allah berfirman,
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS. Shad: 29).
Ayat yang semisal dengan ini sanat banyak. Diantaranya, firman Allah di surat al-Baqarah yang hampir dihafal seluruh kaum muslimin,
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Itulah al-Kitab, yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang yang bertaqwa. (QS. al-Baqarah: 2)
Allah tidak pernah menurunkan al-Qur’an untuk dijadikan jimat. Untuk mendapatkan kesaktian. Disadari maupun tidak, ini pelecehan terhadap fungsi al-Qur’an. Tidak selayaknya dilakukan oleh mereka yang beriman kepada al-Qur’an.
[2] Meletakkan al-Quran tidak pada tempatnya
Mereka yang memiliki al-Quran istanbul terkadang meletakkannya di tempat sembarangan. Bahkan terkadang diletakkan di saku celana, atau terduduki.
[3] Pemicu syirik
Inilah dampak buruk yang paling besar. Kenyataannya al-Quran ini dijadikan jimat, karena diyakini memiliki banyak khasiat seperti yang disebutkan di atas.
Dari Uqbah bin Amir, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ عَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ
“Barangsiapa menggantungkan jimat, maka ia telah melakukan syirik.” (HR. Ahmad 17422, al-Hakim 4/417, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Sekalipun yang dijadikan jimat adalah al-Quran, para ulama tetap melarangnya. Seorang ulama tabi’in, Ibrahim an-Nakha’i (wafat th. 96 H) mengatakan,
“Mereka membenci jimat, baik yang berasal dari Al-Qur-an maupun yang bukan dari Al-Qur-an.” (Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hlm. 153)
Bagaimana Cara Benar Menangani al-Quran Istanbul?
Karena al-Quran Istanbul berisi al-Quran, maka kita sikapi sebagaimana al-Quran. Wajib dimuliakan, tidak boleh diletakkan di tempat yang menghinakannya, ketika menyentuh harus berwudhu (menurut pendapat yang mewajibkan wudhu ketika menyentuh al-Quran).
Hanya saja, al-Quran ini tidak bisa dimanfaatkan untuk bahan bacaan. Sehingga statusnya seperti mushaf al-Quran yan tidak terpakai. Dan dimusnahkan, tidak disimpan, lebih aman. Karena jika disimpan, berpotensi untuk digunakan oleh orang lain yang tidak paham aqidah yang benar, lalu disalah-gunakan.
Ada bebarapa cara memusnahkan mushaf yang tidak difungsikan, ,
Pertama, Mushaf bekas itu dikubur dalam tanah.
Ini adalah keterangan madzhab hanafi dan hambali.
Al-Hasfaki, ulama madzhab hanafi mengatakan,
الْمُصْحَفُ إذَا صَارَ بِحَالٍ لَا يُقْرَأُ فِيهِ : يُدْفَنُ ؛ كَالْمُسْلِمِ
“Mushaf yang tidak lagi bisa terbaca, dikubur, sebagaimana seorang muslim.” (ad-Dur al-Mukhtar, 1/191).
Ulama lain yang memberikan catatan kaki untuk ad-Dur al-Mukhtar mengatakan,
أي يجعل في خرقة طاهرة ، ويدفن في محل غير ممتهن ، لا يوطأ
Maksudnya, lembaran mushaf itu diletakkan di kain yang suci, kemudian dikubur di tempat yang tidak dihinakan (seperti tempat sampah), dan tidak boleh diinjak.
Al-Bahuti mengatakan,
“Jika ada mushaf Alquran yang sudah usang maka dia dikubur, berdasarkan ketegasan dari Imam Ahmad. Imam Ahmad menyebutkan bahwa Abul Jauza mushafnya telah usang. Kemudian beliau menggali di tanah masjidnya lalu menanamnya dalam tanah.” (Kasyaf al-Qana’, 1:137)
Hal ini pula yang difatwakan Syaikhul Islam,
وأما المصحف العتيق والذي تَخرَّق وصار بحيث لا ينتفع به بالقراءة فيه ، فإنه يدفن في مكان يُصان فيه ، كما أن كرامة بدن المؤمن دفنه في موضع يصان فيه
“Mushaf yang sudah tua atau rusak sehingga tidak bisa dibaca, dia kubur di tempat yang terlindungi. Sebagaimana kehormatan jasad seorang mukmin, dia harus dikubur di tempat yang terlindungi (bukan tempat kotor dan tidak boleh diinjak)” (Majmu’ Fatawa, 12/599).
Kedua, mushaf yang rusak itu dibakar.
Ini merupakan pendapat Malikiyah dan Syafiiyah. Tindakan ini meniru kebijakan yang dilakukan oleh Khalifah Utsman radhiyallahu ‘anhu, setelah beliau menerbitkan mushaf induk ‘Al-Imam’, beliau memerintahkan untuk membakar semua catatan mushaf yang dimiliki semua sahabat. Semua ini dilakukan Utsman untuk menghindari perpecahan di kalangan umat islam yang tidak memahami perbedaan cara bacaan Alquran.
Salah satu saksi sejarah, Mus’ab bin Sa’d mengatakan,
أدركت الناس متوافرين حين حرق عثمان المصاحف ، فأعجبهم ذلك ، لم ينكر ذلك منهم أحد
“Ketika Utsman membakar mushaf, saya menjumpai banyak sahabat dan sikap Utsman membuat mereka heran. Namun tidak ada seorangpun yang mengingkarinya.” (HR. Abu Bakr bin Abi Daud, dalam al-Mashahif, hlm. 41).
Diantara tujuan membakar Alquran yang sudah usang adalah untuk mengamankan firman Allah dan nama Dzat Yang Maha Agung dari sikap yang tidak selayaknya dilakukan, seperti diinjak, dibuang di tempat sampah atau yang lainnya.
وفى أمر عثمان بتحريق الصحف والمصاحف حين جمع القرآن جواز تحريق الكتب التي فيها أسماء الله تعالى ، وأن ذلك إكرام لها ، وصيانة من الوطء بالأقدام ، وطرحها في ضياع من الأرض
“Perintah Utsman untuk membakar kertas mushaf ketika beliau mengumpulkan Alquran, menunjukkan bolehnya membakar kitab yang disitu tertulis nama-nama Allah ta’ala. Dan itu sebagai bentuk memuliakan nama Allah dan menjaganya agar tidak terinjak kaki atau terbuang sia-sia di tanah (Syarh Shahih Bukhari, 10/226)
Demikian, Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
📚قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
من فطر صائما كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيء
✅صححه الألباني
🔵"Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa dan tidak dikurangi dari pahala orang yang berpuasa sedikitpun"
📚قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عن أول ليلة من شهر رمضان :
وينادي مناد يا باغي الخير أقبل ويا باغي الشر أقصر .
✅صححه الألباني
🔵"Rosulullah shollallahu Alahi Wa Sallam bersabda tentang awal malam dari bulan Romadhon: dan memanggil orang yang memanggil wahai orang yang menginginkan kebaikan marilah! Dan wahai orang yang gemar dengan kejelekan kurangilah"!
📚قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
نعم سحور المؤمن التمر .
✅صححه الألباني
🔵"Sebaik baik sahur seorang mukmin adalah kurma"
📚كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله .
✅حسّنه الألباني
🔵"Apabila Rosulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam berbuka beliau berkata : telah hilang rasa dahaga dan telah basah urat urat, dan telah tetap pahala in sya Allah"
📚قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
أتاني جبريل . . . . . . . . . قال يا محمد من أدرك شهر رمضان فمات فلم يغفر له فأدخل النار فأبعده الله قل آمين فقلت آمين
✅صححه الألباني
🔵"Jibril mendatangi aku (Rosulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam)...dia berkata Wahai Muhammad barangsiapa yang mendapati bulan Romadhon kemudian meninggal dan tidak diampuni baginya, kemudian dia masuk neraka, dan dia dijauhkan oleh Allah, katakan amin kemudian aku berkata amin"
📚قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
رب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش ورب قائم حظه من قيامه السهر
✅صححه الألباني
🔵"Berapa banyak dari orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari puasanya kecuali lapar dan dahaga, dan berapa banyak dari orang yang sholat tidak ada bagian untuknya kecuali begadang"
📚قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
إنه من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب له قيام ليلة .
✅صححه الألباني
🔵"Sesungguhnya barangsiapa yang sholat bersama imam sampai selesai maka dituliskan baginya sholat semalam suntuk"
📚قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
تسحروا ولو بجرعة من ماء .
✅صححه الألباني
🔵"Bersahurlah kalian walaupun hanya seteguk air"
📚قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
إن هذا الشهر قد حضركم وفيه ليلة خير من ألف شهر من حرمها فقد حرم الخير كله ولا يحرم خيرها إلا محروم .
✅حسنه الألباني
🔵"Sesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kalian dan didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan barangsiapa yang diharomkan atasnya maka dia telah diharomkan atas kebaikan seluruhnya, dan tidaklah diharomkan dari kebaikannya kecuali orang orang yang diharomkan (dari kebaikan)"
📚عن عائشة رضي الله عنها قالت :
يا رسول الله أرأيت إن وافقت ليلة القدر ما أدعو قال تقولين اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني .
✅صححه الألباني
🔵"Ya Rosulullah kalau aku mendapati lailatul qodr doa apa yang aku panjatkan? engkau berdoa Ya Allah sesungguhnya engkau pemaaf, mencintai pemberian maaf, maka maafkanlah kami"
••••••••••••••••••••••••••
💾 Telegram: https://bit.ly/berbagiilmuagama
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Translate
About Me




















