Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Kau mungkin tidak pernah tahu,
bagaimana sulitnya aku membuka hati kembali.
Bagaimana sulitnya aku beranjak dari luka yang pernah kupunya.
Kau tidak akan pernah tahu. Tidak perlu tahu.
Tapi dihadapanmu, aku nyaris tak mampu menahan diri.
Ada yang terbuka perlahan tanpa harus dipaksa, tanpa harus kau minta.
Ada yang ingin kau tinggali lebih lama, lebih lama lagi, sampai nanti.
Tinggallah di sini, di ruang hatiku; yang hanya terbuka untukmu.
"Sampai tanda mengetikmu yang terakhir.
Tak kudapati notifikasi apa-apa.
Hanya sisa balasanku yang sudah centang
dua dan warna biru penghiasnya."
➁㊂
Gelora melanda di dalam hidup ku
Dapatkah ku cari tenang
Awan kelabu menutup cahaya
Masa ku rasa sinarannya
Sampai bila aku menahan tangisan
Yang berlubuk dalam jiwa
Namun ku mampu tersenyum
Pada isi alam
Dan pada mu yang mengecewakan
Tiap harapan hati ku
Kini membeku dan kau pun membisu
Tiada lagi menyinta
Gelora melanda didalam hidup ku
Dapatkah ku cari tenang
Hilang di jiwa wajah mu sering ku jumpa
㈡Terasa beratnya jiwa tertekan
Hi wanita,Ketika perjalanan terasa sepi, sesekali hadiahi
dirimu dengan bingkisan kecil untuk menceriakan harimu.
Maafkanlah kesalahan mereka yang masih kau rasa.
Tidak ada gunanya menyimpan dendam,
hal itu hanya akan menciptakan lukamu semakin menganga.
Sudahilah rasa bersalah mereka. Damaikanlah pikiranmu dari
seluruh kekecewaan itu.
Menatap masa depan, rimbunnya rindu yang hinggap di bahuku semakin berat.
Apakabarnya kamu malam ini? Bintang yang kamu lihat apakah baik-baik saja sinarnya?
Aku harap kamu tetap bercahaya seperti bintang yang menerangi jalanan malam bagi pejalan kaki yang menuju pulang.
Selamat istirahat untukmu aku ucapkan di sini,semoga ada waktu kembali nanti untuk kita bertemu di masa yang akan datang
Dhear, aku lebih mengutamakan kebaikanmu dibandingkan dengan kebaikanku. . . . .
dan Tuhan, . aku memang tidak tau, dengan siapa aku akan berjodoh kelak. .
aku tidak tau, siapa perempuan yang akan menjadi ibu dari anak anakku nanti. . . .
namun jika boleh aku meminta, aku menginginkan dia. .
perempuan tercinta yang menjadi tubuh dari seluruh puisiku. .
perempuan sederhana yang aku sebut dengan "dia" dalam doaku. . . .
Tuhan, aku memang tidak menyebut nama. . .
tapi Engkau pasti mengerti bukan, siapa perempuan yang aku maksud ??
❷❷❾
"Marah hanya membuat hatiku dan hatimu semakin jauh.
Saat ada yang salah--entah denganku, denganmu,
atau dengan kita, aku ingin cukup di sampingmu.
Tidak perlu menjelaskan apa pun.
Kurasa hatiku dan hatimu sudah cukup dewasa
untuk memahami semua yang terjadi
❷❷❽
Teruntuk kamu #maafkancarakumencintaimu . . RASA .
Rasa akan lebih indah bila dipuisikan Entah duka,
lara, suka ataupun bahagia
Terasa lebih bermakna dan mengena Akan lebih terkenang Akan lebih lama terngiang
Akan membawa keindahan untuk banyak orang .
Bagiku rasa itu titipan saja Akan aman bila ku mintakan penjagaannya pada Allah,
Sang Penguasa rasa Karena aku tak mengerti hatiku esok bagaimana .
Rasa akan tetap terasa bila dijaga Rasa akan baik bila dipupuk doa Karena rasa itu bukan hanya tentang kita Tapi tentang usahaku,
usahamu dan ridhaNya .
Rasa, seperti parfum saja Aromanya akan menguar Hilang karena menyebar Bila diumbar .
❷❷❼Teruntuk kamu . . . Maafkan aku yang hanya bisa seperti ini
Menyampaikan perasaanku pada secarik kertas,
semoga kamu bisa mengerti dengan apa yang kutulis ini Memang,
surat ini tentunya berbeda dengan surat-surat cinta yang selalu orang lain buat Aku tidak berani merayumu lebih jauh lagi,
Izinkan untuk aku menyampaikan satu hal di malam ini, dengan penuh kesungguhan dan keyakinan.
Tolong tunggulah aku dirumahmu Ketika saatnya tiba, aku akan datang Biarlah hari-hari yang akan kita lewati nanti kita jalani masing-masing InsyaAllah,
jika saling menjaga dalam heningnya cinta Kita akan dipertemukan kembali dan mengikrarkan janji sehidup sesurga dalam ridho-Nya Amiiin 😊💓🌷
Sayang...
Aku ingin akulah yang pertama menemukan uban di antara
helai-helai rambutmu dan
menggaruknya ketika engkau mengeluh kulit
kepalamu tiba-tiba menjadi lebih gatal dari biasanya..
Dan ketika helai-helai
itu semakin bertambah dengan suka cita..
Aku akan menyisirinya, tak perlu meminta pewarna rambut..
Sayang ...
Aku tidak menginginkan yang muluk-muluk..
Aku ingin mendampingi masa tuamu..
Aku ingin tua di
sampingmu..bersamamu...😢
Sehat, sehatlah sayang ...
Agar engkau juga sempat
meraba kepalaku yang
ditumbuhi uban..😢
Agar sempat aku memamerkan gigiku
yang mulai tanggal..😢
Sehat, sehatlah sayang ...
Agar ketika kita tua, kita masih sanggup menemani anak cucu
kita bermain bersama..😢
Atau sekedar mengunjungi mereka saat hari libur tiba.
Kupikir lebih baik kita saja yang mengunjungi
mereka sambil membawakan makanan kesukaan mereka..😢
Mungkin nanti anak cucu kita akan lebih sibuk
dari hari-hari sibuk yang kita jalani sekarang.
Kita akan jadi orang tua
yang paling pengertian, ya kan Sayang ...??😢
Sayang ...
Aku ingin tetap mesra
bersamamu hingga tua. Tetap membisikkan
kata cinta..😢
Meski pendengaran kita semakin berkurang..
Jangan malu untuk sedikit berteriak
di telingaku ya...?!
Kau tahu, aku sangat suka
mendengarkan ungkapan
sayangmu..
Ku ingin kita ...
Tetap saling memanja, semampu tenaga yang masih kita miliki.
Anak, cucu, ponakan dan
keluarga kita pasti😢
akan menyayangi kita berdua,tapi percayalah aku yang paling tahu cara memanjakanmu demikian engkau yang paling tahu cara
memantik binar di mataku..
Bila waktu memang menggerus banyak hal...
Bila usia memang mengikis banyak hal...
Aku berharap, semoga itu bukan cinta dan kasih sayang kita.
Bila memang tiada yang abadi...
Bila memang semua akan
berakhir...
Bila memang semua akan
terhenti ...
Aku berharap, sepanjang waktu yang kita miliki..
Temani aku untuk
melakukan yang terbaik untuk cinta yang kita punya.
Menjadikan cinta
dan hubungan yang kita bina sebagai anugerah paling indah dan paling
berharga..
Apapun boleh berhenti, tapi tidak dengan niatan tulus untuk saling
mengasihi.
Apapun boleh usai, tapi tidak dengan upaya gigih untuk saling menjaga,
upaya gigih untuk saling
membahagiakan.
Sayang ...
Hari ini, menit ini, detik ini, aku seperti bisa menatap proyektor
besar tak bertepi, memutar film tak berjudul yang kita perankan,ada dua
tangan keriput yang saling menggenggam.
Tanganku dan tanganmu.
Tapi ketika adegan berganti, saat film
hampir usai, aku tak sanggup lagi menatapnya, semua menjadi kabur dan basah oleh Air Mata..
Ku ingin mencintaimu
sepenuh hatiku, tapi tak bisa..
Ku ingin bersamamu
selamanya, tapi takkan mungkin..
Ku ingin sehidup semati
denganmu,tapi semua itu
gombal belaka..
Karena ku ingin hanya ALLAH dihatiku..
Yang Takkan Meninggalkanku,
Takkan Berpisah dan selama-lamanya..
Karena semua itu bukan gombal..
Kalau pun aku mencintaimu,itu
karena ALLAH..
Karena DIA-lah yang
menggerakkan hatiku untuk menyayangimu..
(Tuk Suamiku Tercinta kelak😢^♥^)
"cukup, sabar ku ada batas nya !!"
Mungkin
Ukhti pernah berkata seperti itu. Ungkapan emosional seperti itu memang
wajar tapi bisa jadi anggapan ini salah jika dipahami, sebab sabar
tidak ada batasnya.
Kalaupun ada, adakah tolak ukur dari sabar?
Sabar memang merupakan bahasan klasik tapi sampai saat ini masih banyak yang belum bisa mengendalikan diri melalui rasa sabar.
Ash-Shabr
(sabar) secara bahasa artinya al-habsu (menahan), dan diantara contoh
yang menunjukkan pengertiannya secara bahasa adalah pada ucapan: “qutila
shabran” yaitu dia terbunuh dalam keadaan ditahan dan ditawan.
Sedangkan secara syari’at adalah menahan diri atas tiga perkara,
~ dalam mentaati Allah,
~ dari hal-hal yang Allah haramkan,
~ terhadap taqdir Allah yang menyakitkan.
Banyak Firman Allah yang membahas mengenai baiknya rasa sabar. Berikut ayat-ayatnya,
Allah Ta’ala berfirman,
.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
.
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.”
(QS. Ali ‘Imran : 200)
Dan juga Allah Ta’ala berfirman,
.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al - Baqarah:155)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
(QS. Az - Zumar : 10)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
.
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ
.
“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy - Syuuraa : 43)
Dan Allah Ta’ala berfirman,
.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al - Baqarah : 153)
Dan Allah Ta’ala berfirman,
.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ
.
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.”
(QS. Muhammad : 31)
Sungguh
beruntunglah bagi mereka yang memiliki kesabaran sebagaimana yang islam
ajarkan. Ketahuilah, bahwa yang membatasi kesabaran itu reaksi dari
pengertian dan keputusan kita dalam menyikapi berbagai persoalan. Sabar
pun tidak hanya sebatas berdiam diri tapi lebih ke pengendalian diri
atau menahan diri dari reaksi yang menimbulkan dampak buruk.
➳Allah tidak memaksa kita untuk berpikir keras bagaimana cara menyelesaikannya.
Allah tidak pernah meminta kita untuk terus meratapi rasa sakit yang tidak ingin kita terima.
Allah juga tidak menyuruh kita untuk terus kecewa dengan pilihan dan keputusan-keputusan yang salah.
Allah hanya meminta kita sabar dan sholat.
Sabar untuk tetap bertahan menghadapinya sambil mengusahakan yang terbaik semampu kita.
Sholat
untuk berbagi rasa dengan-Nya, mencurahkan kesedihan, kepedihan,
kekecewaan, kesakitan, kebencian agar Allah ubah perasaan itu semua.
Selebihnya, Allah yang atur.
Percaya
deh, saat kita tidak memaksa, saat kita pasrah dengan apapun yang sudah
Allah gariskan, saat itu juga keajaiban Allah datangkan.
Saat
kita memilih untuk menerima dengan ikhlas apapun yang sudah menjadi
kenyataan kita, saat itu juga Allah lembutkan hati kita, solusi pun
mulai berdatangan.
Hingga tak terasa bahwa kita sudah berhasil
melaluinya dengan indah, semua baik-baik saja karena Allah tau kita
pasti bisa melewatinya dengan sempurna.
google +
❶Wujud manusia adalah rumah penginapan.
Setiap pagi.
Tamu baru.
Kegembiraan, kesumpekan, kekejaman, kadang kesadaran - kesadaran sesaat tiba , sebagai tamu kejutan.
Sambut dan jamu semuanya.
Bahkan jika itu tumpukan kesedihan yang ganas sapu semua perkakas rumahmu
Boleh jadi ia bersihkan dirimu demi pesona baru
Kesumpekan, rasa malu, kdlicikan,
Songsong dipintu dengan ketawa,
Ajak masuk,
Syukuri apa saja yang datang
Karena semua diutus sebagai pandu dari SANA
↬Dikeheningan malam aku tengah bersimpuh diatas sajadah, perlahan mulai ku buka Al-quran, aku temukan sebuah ayat yang begitu indah dalam Q.S Al-Hujurat ayat 10 yang berbunyi;
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya kaum mukminin itu adalah bersaudara.”
Kubuka
kembali lembar demi lembar kalam-kalam Allah dalam kitab suci ini,
namun sontak saya mulai menggelengkan kepala saat sampai pada ayat 120
surat al-Baqarah dimana artinya;
Orang-orang Yahudi dan Nasrani
tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang
sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka
setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi
pelindung dan penolong bagimu.
Dan aku semakin tercengang saat
sampai pada sebuah ayat yang begitu tegas Allah sampaikan yaitu; “Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu
menjadi teman-teman setia.” (QS. Al-Mumtahanah: 1)
Semakna
dengan ayat ini juga saya temukan di (QS. Ali Imran: 118) “Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman
kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak
henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu.”.
Saya
lanjutkan rasa penasaran saya tentang bagaimana nasib kaum kafir yang
berbuat baik didunia hingga ayat ini memberikan jawabannya.
“Sesungguhnya
orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini
seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri
mereka dengan itu dari adzab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak
akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh adzab yang pedih. Mereka
ingin keluar dari neraka padahal mereka sekali-sekali tidak dapat keluar
daripadanya, dan mereka beroleh adzab yang kekal”. [Al Maidah:36-37].
Penasaran
dengan kondisi orang-orang kafir ini akupun kembali membuka lembar demi
lembar al-Quran hingga sampai pada sebuah penegasan Allah kembali;
“Kamu
tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat,
saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan
Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau
saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadilah: 22)
Akupun
menghela nafas sebentar sebelum akhirnya ku tutup dan ku cium Al-quran
al karim ini. Namun usai itu aku mendadak teringat sabda sang Baginda
nabi yang diriwayatkan Abu Said Al Khudri Radhiyallahu ‘anhu, yang
meriwayatkan keadaan kita semua kelak di akhirat bahwa;
"Setelah
orang – orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang
jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon
kepada Allah untuk memperjuangkan hak saudara – saudaranya yang berada
di dalam neraka pada hari kiamat.
mereka memohon : “Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.
Dijawab : “Keluarkan (dari neraka) orang – orang yang kalian kenal”. Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.
Para mukminin ini pun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.
Kemudian orang mukmin itu menghadap kembali kepada Allah, : “Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk diazab dari neraka, sudah tidak tersisa”
Allah berfirman, “Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar”. Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka.
Kemudian mereka menghadap kembali : “Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorang pun orang yang Engkau perintahkan untuk diazab…” (HR Muslim)
Maka aku menjadi teringat
perkataan Imam Hasan Al Bashri rahimahullah yang menaseharkan,
“Perbanyaklah berteman dengan orang – orang yang beriman. Karena mereka
memiliki syafaat pada hari kiamat”
Juga perkataan Imam Ibnul
Qoyyim Al Jauziah rahimahullah yang juga menasehatkan kepada teman –
temannya, “Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah
tentang aku kepada Allah. Ucapkan : “Wahai Tuhan kami, hamba-Mu fulan,
dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau. Masukkanlah
bersama kami di Surga-Mu”. Kemudian beliau menangis…
Salam Santun
google+
Menikahlah dengan ia yang mencintai kita, Sekalipun kita belum mencintainya
⟲Kadang, keegoisan menjangkiti. Hawa nafsu.
Aku ingin dengan ia yang sholeh / sholehah.
Aku ingin dengan dia yang cantik/ganteng
Aku ingin dengan dia yang kaya
Aku ingin dengan dia yang sempurna
Aku ingin dengan ia yang menyejukkan pandangan.
Aku ingin bersanding dengan si fulan / fulanah yang seperti ini dan seperti itu.
Ya akhi... Ya ukhti... Kenapa kau pasangkan standard yang berlebihan?
Kenapa kau lebih memilih egomu daripada yang telah disyariatkan?
Bukankan menikah itu cukup dengan sepasang pengantin, dengan wali dan saksi?
Jangan mempersuliat dengan syarat a-z.
Sampai kapanpun, antum tidak akan pernah dapatkan yang sesuai dengan keinginan.
Lihat saja diri kita ini, apakah sudah sempurna? Tidak bukan?
Justru kita ini memiliki banyak sekali kekurangan.
Untuk apa kekurangan itu dibuat?
Jelas agar disatukan dengan kelebihan untuk saling melengkapi.
Jangan menjadi pribadi yang egois,
Cukup qana'ah... qana'ah... qana'ah.
Sadarilah... Bahwa tak ada manusia yang sempurna.
Tetaplah bertawakal dalam ikhtiar.
Sekalipun kita belum mencintainya, Menikahlah dengan ia yang mencintai kita.
Maka dengan sendirinya hati ini akan Allah karuniakan rasa cinta dan kasih sayang yang tak terduga.
❤Salahkah kita, dosakah kita
Bila masih disini diam terpaku di atas sajadah cinta,.,
Bayangkan wajah yang belum pernah terlihat,
Lamunkan paras yang tak pernah teringat.
Cinta…
Bagai purnama terangi sang gulita
Cahaya mentari dipantul dengan jelita,
laksana kilau sang batu permata
membentuk indah lewat tekanan derita..
Cinta…
Tersusun rapi layaknya bata
Terukir indah oleh hati yang tertata
Takkan goyah dengan kemilau harta
Juga takkan silau oleh rayuan tahta
Cinta…
Bukanlah ia yang membuat manusia buta
Bukanlah ia yang menyilaukan mata
Bukan pula ia yang diumbar oleh iblis pendusta
Namun..,
Cinta adalah ia yang tulus tercipta
Dari barisan hati yang senantiasa menata
Membentuk istana nan megah jelita
Menjulang tinggi mengharap Ridho Allah semata
Betapapun kita urai makna cinta
Tak akan mampu diri menafsirkan lewat sejuta kata
Takkan sanggup jua jari menulisnya dengan lautan tinta..
Karena dalam cinta..
Kan tersimpan banyak cerita antara
Kita, dia dan Sang Pencipta. ❤
❤Cinta yang Suci..
Bukan dia yang membuat si pemeran cinta menjadi buta,
Buta dari larangan-Nya buta sehingga mengumbar cinta dalam kemaksiatan.. .
google+
➲Terkadang kita secara tak sadar telah menaruh harapan pada seseorang.
Kita tengah menanti kedatangannya, menunggunya pulang.
Sementara ia tak pernah dengan sengaja memberi ruang pengharapan. Ia hanya ingin berinteraksi dengan lebih nyaman sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan.
Kitalah yang membangun ruang pengharapan itu sendiri. Kita yang senang sekali membayangkan seseorang datang menuju kemari. Lalu, pada suatu waktu kita menuai kecewa dari harapan yang kita pupuk di pekarangan yang salah.
Kita menuntut seseorang yang telah membiarkan kita dengan sengaja berharap tanpa lelah. Padahal ia tidak sama sekali berniat membuat kita seperti itu. Bahkan bisa saja ia membantu kita untuk menjaga agar hati tak salah berharap bukan pada Yang Satu. Kita mengutuki perbuatannya yang kita sebut-sebut telah menyakiti. Kita melabeli orang tersebut sebagai seorang peluka hati.
Bisa tidak, jika mulai detik ini kita mulai untuk bijak pada perasaan yang mungkin tumbuh di dalam hati. Merawat dengan sebaik-baik cara agar tidak melebihi cinta pada Ilahi. Menjaga dengan segenap hati agar kita tak menyakiti diri sendiri. Bahwa perihal berharap tidak boleh kita tumbuhkan kepada selain Dia. Bahwa kita harus belajar mengelola rasa yang tiba-tiba bersarang di dalam dada. Agar tak salah menaruh harapan dan tak berujung pada luka.
Sekalipun ada seseorang yang sengaja membuat kita berharap padanya, tugas kita adalah membuat hati dan mata untuk tetap terbuka. Kitalah yang harus mampu menahan dan mengendalikan gemuruh rasa.
Dan kepada orang lain, kita tidak bisa membiarkan ia tenggelam dalam pengharapan yang secara tak sadar telah kita berikan. Bila ia tak mampu bijak dengan sebentuk perasaan, tugas kitalah yang harus membantunya bangun dari segala rasa nyaman. Meskipun (dengan sangat terpaksa) harus sedikit membuatnya terluka, namun lebih baik adanya daripada berujung pada luka yang begitu hebatnya. Sebab cinta itu adalah tentang menjaga
➽Jika kamu mencintai seseorang yang hatinya pernah patah, maka bersyukurlah
. Sebab ia tahu bagaimana cara menjaga hatimu agar nantinya tak rusak apalagi sampai patah sepertinya. Jika kamu mencintai seseorang yang tubuhnya penuh dengan luka
, maka bersyukurlah. Sebab ia tahu bagaimana cara memperlakukanmu dengan baik dan tentunya tak ingin membuatmu merasakan nyeri seperti yang ia rasa. Jika kamu mencintai seseorang yang pernah hidup dengan banyak kesalahan dimasa lalunya, maka bersyukurlah
Sebab ia tahu cara terbaik memetik hikmah dari setiap peristiwa, selalu ingin belajar dan tentunya begitu semangat untuk hidup membaik bersamamu. Jika kamu mencintai seseorang yang pernah begitu terpuruk dimasa lalunya, maka bersyukurlah.
Sebab ia tahu bagaimana cara untuk terus membersamaimu dalam perjalanan baik dalam titik terendah sekalipun, dan siap menyediakan bahunya untukmu bersandar ketika dirasa tak ada lagi tenaga dalam dirimu. Jika kamu menemukan seseorang yang seperti itu,
jagalah. Tugasmu adalah memberinya ruang penerimaan atas dirinya. Sebuah ruang yang luas untuknya agar nyaman tinggal bersamamu, menyelesaikan seluruh perjalananmu. Bersyukurlah Tuhan memberikanmu seseorang yang pandai mengambil sisi bijak dari segala sesuatu dan nantinya bisa menemanimu menghabiskan waktu; tanpa perlu takut kecewa apalagi terluka. Selamat menjaganya.
Translate
About Me


















