"⻢Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih.
Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan
dilipatgandakan.” Perowi hadits ini adalah ‘Abdullah bin Aufi. Hadits
ini dibawakan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3/1437. Dalam hadits
ini terdapat Ma’ruf bin Hasan dan dia adalah perowi yang dho’if (lemah).
Juga dalam hadits ini terdapat Sulaiman bin ‘Amr yang lebih dho’if dari
Ma’ruf bin Hasan.
Dalam riwayat lain, perowinya adalah ‘Abdullah bin ‘Amr. Haditsnya
dibawakan oleh Al ‘Iroqi dalam Takhrijul Ihya’ (1/310) dengan sanad
hadits yang dho’if (lemah). Kesimpulan: Hadits ini adalah hadits
yang dho’if.
Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. 4696
mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang dho’if (lemah). Tidur
yang Bernilai Ibadah yang Sebenarnya
Setelah kita menyaksikan bahwa hadits yang mengatakan “tidur orang yang
berpuasa adalah ibadah” termasuk hadits yang dho’if (lemah), sebenarnya
maknanya bisa kita bawa ke makna yang benar.
Sebagaimana para ulama biasa menjelaskan suatu kaedah bahwa setiap
amalan yang statusnya mubah (seperti makan, tidur dan berhubungan suami
istri) bisa mendapatkan pahala dan bernilai ibadah apabila diniatkan
untuk melakukan ibadah. Sebagaimana An Nawawi dalam Syarh Muslim (6/16)
mengatakan,
“Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk
mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu
ketaatan dan akan mendapatkan balasan (ganjaran).
” Jadi tidur yang
bernilai ibadah jika tidurnya adalah demikian.
Ibnu Rajab pun menerangkan hal yang sama, “Jika makan dan minum
diniatkan untuk menguatkan badan agar kuat ketika melaksanakan shalat
dan berpuasa, maka seperti inilah yang akan bernilai pahala. Sebagaimana
pula apabila seseorang berniat dengan tidurnya di malam dan siang
harinya agar kuat dalam beramal, maka tidur seperti ini bernilai
ibadah.” (Latho-if Al Ma’arif, 279-280)
Intinya, semuanya adalah tergantung niat. Jika niat tidurnya hanya
malas-malasan sehingga tidurnya bisa seharian dari pagi hingga sore,
maka tidur seperti ini adalah tidur yang sia-sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar